Mahasiswa PENS Kembangkan Mesin ‘Smart Canteen’

Editor: Koko Triarko

134

MALANG – Mesin jual otomatis (vending machine), saat ini mulai populer di Indonesia. Tidak hanya menjual produk minuman, tetapi juga menyediakan produk makanan untuk dijual secara otomatis menggunakan mesin.

Seperti yang saat ini tengah dikembangkan Pensky Venture Inkubator Bisnis, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), melalui sebuah mesin yang dinamakan ‘Smart Canteen’.

Pembuat mesin, Muchammad Chanif Qomaruddin, menjelaskan, Smart Canteen merupakan mesin penjual makanan otomatis yang terinspirasi dari keberadaan mesin penjual minuman otomatis yang sudah ada lebih dahulu.

“Smart Canteen ini dibuat, karena kami ingin membuat kantin tapi tidak perlu harus ada penjual yang menjaga dan tidak membutuhkan area yang luas untuk berjualan. Kita hanya membutuhkan space sekitar 1 x 1 meterpersegi, sebagai tempat yang produktif,” jelasnya, saat mengikuti Polytexpo di Politeknik Negeri Malang, beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, Smart Canteen tidak jauh berbeda dengan vending machine pada umumnya, yang melayani penjualan secara otomatis. Namun yang membedakan, untuk bisa membeli makanan dari Smart Canteen tidak membutuhkan uang tunai, tetapi cukup dengan menggunakan kartu pintar (smart card).

“Pada umumnya, vending machine yang menyediakan minumam cara pembeliannya menggunakan uang. Hanya saja jika menggunakan uang, permasalahan utamanya uang harus dalam kondisi yang bagus dan tidak boleh kucel. Kalau uangnya dalam kondisi kucel, pasti akan dikembalikan oleh mesin, karena tidak bisa terdeteksi,” terangnya.

Selain itu, jika menggunakan uang, jika terjadi kerusakan pada mesin, maka uang yang sudah terlanjur masuk akhirnya tertelan mesin dan tidak bisa kembali.

Beda halnya jika menggunakan smart card yang bisa lebih praktis dan tidak mungkin kejadian seperti uang kucel. Begitu pula kalau mesin macet, saldo uang di dalam kartu tidak akan berkurang atau hilang.

Dikatakan Iqom, saat ini Smart Canteen telah diaplikasikan di PENS, di mana Kartu Tanda Mahasiwa (KTM) sudah terkoneksi dengan smart card, sehingga bisa digunakan untuk membeli makanan di mesin smart canteen.

“Jadi, bagi mahasiswa yang ingin membeli makanan di smart canteen cukup menggunakan KTM, yang sebelumnya sudah terisi saldo untuk transaksi,” ucapnya.

Ia mengatakan, kotak makanan dibuat transparan, sehingga pembeli bisa mengetahui jenis makanannya apa saja yang bisa dibeli. Begitu juga dengan harganya, sudah tertera pada mesin.

“Ke depan, kita ingin smart canteen ini bisa berbasis Internet of Things (IoT), sehingga stok makanannya nanti bisa di-update melalui website, sehingga kita bisa tahu stok makanannya tinggal berapa,” sebutnya, semabri menambahkan, saat ini, smart canteen bisa menampung hingga 80 kotak makanan.

Baca Juga
Lihat juga...