hut

Mahasiswa Politeknik Ini Ciptakan Alat Pendeteksi Gangguan Listrik

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Mahasiswa Politeknik Caltex Riau, Niko Setiawan, berhasil menciptakan inovasi baru dalam bidang kelistrikan yang diklaim mampu mendeteksi terjadinya gangguan jaringan listrik.

Niko menjelaskan, selama ini permasalahan yang kerap terjadi adalah ketika terjadi sebuah gangguan jaringan listrik, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) biasanya baru mengetahuinya setelah mendapatkan laporan dari pelanggan. Tapi itu juga bagi pelanggan yang mau melaporkan gangguan yang terjadi.

“Sedangkan bagi pelanggan yang awam, ketika terjadi gangguan jaringan atau pemadaman listrik, mereka tidak langsung melaporkan bahkan justru cenderung menunggu hingga listrik menyala lagi. Padahal belum tentu PLN mengetahui ada gangguan jaringan atau tidak jika tidak ada laporan,” ujarnya saat mengikuti pameran Polytexpo, belum lama ini.

Mahasiswa Politeknik Caltex Riau, Niko Setiawan – Foto Agus Nurchaliq

Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa program studi D3 Teknik elektronika PCR ini kemudian membuat sebuah alat Electrical Distribution Disturbance Notification (ED2N) untuk mendeteksi gangguan jaringan distribusi PLN 3 Phasa.

Dikatakan Niko, dengan adanya temuan alat tersebut, informasi gangguan jaringan listrik bisa masuk langsung ke supervisor dan bagian teknik PLN secara real time.

“Jadi, tanpa pemberitahuan dari pelanggan, petugas sudah tahu dulu kalau terjadi gangguan jaringan. Sehingga proses perbaikannya bisa dilakukan lebih cepat karena informasi gangguan yang masuk secara real time, tepat, cepat, akurat dan terpercaya,” ungkapnya.

Informasi gangguan yang diberikan dalam bentuk notifikasi pesan singkat Short Message Service (SMS) berisi kondisi jaringan dan titik lokasi jaringan yang padam.

Lebih lanjut disampaikan Niko, pada umumnya ada dua macam pemadaman yakni pemadaman akibat dari adanya gangguan dan pemadaman akibat dari perbaikan. Dari kedua pemadaman tersebut bisa terdeteksi oleh alat ED2N, termasuk semua bentuk gangguan jaringan distribusi listrik bisa terdeteksi.

Alat ini dipasang pada saluran outgoing pada travo distribusi sehingga alat ini akan mendeteksi setiap keluaran dari travo distribusi.

“Selain notifikasi pada operator, ED2N dilengkapi juga dengan alarm. Jadi ketika sistem mendeteksi ada gangguan di lapangan, maka alarm yang ada di kantor PLN akan berbunyi secara otomatis untuk mengingatkan petugas bahwa telah terjadi gangguan jaringan,” sebutnya.

Hingga sekarang ED2N digunakan dan diaplikasikan di PLN Koto Tuo area Bukittinggi, Sumatera Barat.
Berkat inovasinya tersebut, Niko berhasil masuk menjadi grand finalis kompetisi Online Cipta kePASTIan.

Lihat juga...