Mahkamah Agung Selesaikan 17.351 Perkara Sepanjang 2018

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Hingga 21 Desember, Mahkamah Agung (MA) menangani 18.142 perkara. Terdiri dari yang masuk di 2018 sebanyak 16.754 ditambah sisa akhir 2017, 1.388 perkara.

Ketua MA Hatta Ali menyebutkan, yang telah diputus pada periode ini sebanyak 17.351 perkara dan sisa per 21 Desember 2018 sebanyak 791 perkara.

“Ini merupakan jumlah sisa terendah sepanjang sejarah berdirinya MA,” katanya dalam acara Refleksi Kinerja MA Tahun 2018 di Gedung MA, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Disebutkan juga, dalam sisa waktu dua hari, perkara yang masuk terutama pidana masih kemungkinan besar akan bertambah. Yang masuk kemungkinan perkara-perkara pidana yang status terdakwanya sedang dan tahanan.

“Sangat dimungkinkan terjadinya perubahan jumlah sisa perkara sampai hari kerja terakhir pada tahun 2018,” tambahnya.

Diterangkan, jumlah perkara yang diterima di 2018 mengalami peningkatkan sebesar 8,06 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 15.505 perkara.

“Jumlah perkara yang diterima pada 2018 tersebut merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah MA,” ungkapnya.

Sementara, jumlah perkara yang diputus Mahkamah Agung pada 2018 meningkat sebesar 5,32 persen dibanding tahun lalu, 16.474 perkara.

“Jumlah perkara yang diputus tahun 2018 tersebut juga merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah MA,” sebutnya.

Dari 17.351 yang diputuskan, 16.751 atau 96,54 persen diselesaikan dalam tenggang waktu kurang 3 bulan. Sesuai dengan ketentuan jangka waktu penanganan perkara yang ditentukan berdasarkan SK KMA Nomor 214 Tahun 2014.

Disebutkan, untuk jumlah perkara yang telah diminutasi dan dikirimkan ke pengadilan pengaju hingga hari ini adalah sebanyak 17.495 perkara. Dibandingkan dengan jumlah yang diterima, maka rasio penyelesaian mencapai 104,42 persen.

“Berdasarkan data-data yang kita sebutkan, MA telah berhasil mempertahankan prestasi kinerja penanganan perkara secara berturut-turut sejak tahun 2012,” sebutnya.

Hatta Ali menambahkan, untuk penanganan perkara pada tingkat pertama dan tingkat banding, beban perkara sampai dengan tanggal 21 Desember 2018 sebanyak 6.032.195 yang terdiri dari perkara masuk sebanyak 5.814.489 ditambah sisa perkara tahun 2017 sebanyak 217.706.

“Salama periode Januari hingga 21 Desember 2018 perkara yang diputus sebanyak 5.789.263, sedangkan sisa perkara sebanyak 242.932 merupakan perkara yang masih berjalan,” tutupnya.

Lihat juga...