Malam Tahun Baru, Warga Lamsel Doakan Korban Tsunami

Editor: Mahadeva

269

LAMPUNG – Malam pergantian tahun, yang biasanya di Lampung Selatan (Lamsel)terlihat semarak, Senin (31/12/2018), terlihat  sepi. Tempat wisata Menara Siger, yang kerap ramai oleh pengunjung, terlihat sepi.

Kondisi tersebut, tidak terlepas dari imbauan, tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan. Sejumlah jemaat gereja, diantaranya Gereja Protestan Di Indonesia (GPDI) Bukit Sion Bakauheni, Gereja Pentakosta Sidang Sidoluhur Kecamatan Ketapang, menggelar ibadah tutup tahun.

Pendeta Sihombing, pada ibadah malam pergantian tahun di Gereja Pentakosta Sidang Sidoluhur, menyebut, momen pergantian tahun dijadikan sarana introspeksi diri. Membuat resolusi untuk tahun baru, sekaligus mendoakan saudara-saudara yang tertimpa musibah tsunami Selat Sunda, di Banten dan Lampung. Jemaat yang hadir, dihimbau untuk lebih berempati, dengan ikut memberikan bantuan sesuai kebutuhan warga terdampak tsunami.

“Secara pribadi, setiap umat harus introspeksi atas segala perbuatan yang dilakukan pada tahun yang sudah lewat, dan membuat rencana untuk tahun baru, dengan tetap mengandalkan Tuhan sebagai penguasa atas ruang dan waktu, pemilik awal dan akhir,” tutur, Pendeta Sihombing, dalam kotbah Ibadah Tutup Tahun, di Gereja Pantekosta Sidang Sidoluhur, Senin (31/12/2018).

Kegiatan keagamaan juga terlihat di GPDI Bukit Sion Bakauheni. Pada ibadah tutup tahun di kedua gereja tersebut, suasana hari Raya Natal masih terlihat. Rangkaian perayaan Natal serta tahun baru, masih terlihat dengan adanya ornamen Natal. Perayaan malam pergantian tahun, yang diisi dengan ibadah tersebut terlihat berjalan khusuk. Dua personel Polsek Penengahan, terlihat berjaga mengamankan prosesi ibadah malam pergantian tahun baru.

Keprihatinan terhadap bencana tsunami, juga mendorong jamaah Masjid At Taqwa Bakauheni Lampung Selatan, menggelar dzikir dan doa bersama. Aipda Nurkholis, anggota Polsek Penengahan menyebut, dia bersama digelar mulai pukul 20.30 WIB, dan diisi istigasah mendoakan korban tsunami Banten dan Lampung.

Acara keagamaan tersebut, mengikuti instruksi yang sudah diedarkan sebelumnya, untuk mengisi malam pergantian tahun dengan acara keagamaan. Sepinya kegiatan malam pergantian tahun baru, berimbas kepada pedagang kembang api serta terompet di depan Menara Siger.

Penjual kembang api dan terompet masih menjajakan dagangan meski permintaan menurun – Foto Henk Widi

Hasan, penjual terompet dan kembang api, mengaku omzet penjualan menurun. Tahun lalu, Dia berhasil memiliki omzet hampir Rp1 juta. Namun tsunami yang melanda Lamsel dan Banten, membuat sejumlah acara yang akan digelar menjadi dibatalkan. “Sepi, yang beli menurun, karena tempat wisata tidak menggelar acara, dan pemerintah melarang kegiatan yang bukan kegiatan keagamaan,” terang Hasan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, mengeluarkan Surat Edaran (SE), terkait perayaan tahun baru 2019. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, mengeluarkan SE No.900:3004/V.03/2018, tentang imbauan perayaan tahun baru 2019. Imbauan tersebut diedarkan kepada kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lamsel. Surat edaran tersebut bahkan disampaikan kepada para camat, lurah, kepala desa, pimpinan isntansi, pimpinan Ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kabupaten Lamsel.

Nanang Ermanto dalam keterangannya menyebut, sehubungan dengan pergantian tahun 2018 ke 2019, dan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, maka dibuat edaran. Surat edaran tersebut, sebagai upaya menghormati masyarakat yang terkena musibah. Pada surat edaran tersebut diminta, tokoh masyarakat bisa mengingatkan wargam untuk merayakan tahun baru dengan lebih bijak. “Rasa prihatin dan berempati pada korban tsunami, membuat Pemkab Lamsel membuat surat edaran, terkait perayaan malam pergantian tahun. Wilayah Lampung Selatan, merupakan wilayah yang terdampak parah oleh tsunami,” terang Nanang Ermanto.

Musibah tsunami di Selat Sunda, hingga Sabtu (29/12/2018) malam, di Lampung Selatan menyebabkan 118 orang meninggal dunia, delapan orang dinyatakan hilang, 389 orang luka berat dan sebanyak 3.621 warga mengalami luka ringan. Sebanyak 7.880 warga mengungsi, meninggalkan tempat tinggalnya. Kerusakan di sepanjang pesisir Lampung Selatan, didominasi pada objek wisata bahari. Kerusakan terjadi mulai dari wilayah Bakauheni, Rajabasa hingga Kalianda.

Hasan, warga Kalianda menyebut, sangat mendukung langkah Pemerintah Lamsel mengeluarkan surat edaran tersebut. Pasalnya malam pergantian tahun, bisa menjadi sarana untuk berkumpul bersama keluarga di rumah, dan bisa menjadi malam perenungan dan introspeksi.

Baca Juga
Lihat juga...