Malang Dukung Pariwisata jadi Core Economy Indonesia

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran I, Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menyebutkan, sebagai penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia, sudah selayaknya sektor pariwisata menjadi Center of Reform on Economics (Core) Economy Indonesia.

Bahkan, pada tahun 2019, sektor pariwisata diproyeksikan akan menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia mengalahkan migas, batu bara dan minyak kelapa sawit.

“Industri pariwisata saat ini sudah ditentukan oleh unsur pimpinan negara menjadi core economy Indonesia. Pariwisata menjadi satu-satunya yang bisa kita dorong, dukung, dan diyakini bisa bersaing di kancah internasional,” ujarnya saat menghadiri Malang Strudel Carnival di lapangan Rampal, Sabtu (29/12/2018).

Hal tersebut dibuktikan, selain dari serangkaian prestasi yang diperoleh selama ini, sektor pariwisata juga sudah terbukti sebagai penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia setelah minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO). Bahkan sudah berhasil mengalahkan minyak dan gas bumi.

“Kita semua meyakini, ke depan pariwisata sudah menjadi penyumbang devisa terbesar bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Itulah kekuatan pariwisata,” tandasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Hariyanto, diperlukan kerjasama dari berbagai elemen termasuk pemerintah daerah dan stake holder yang telah mendukung secara aktif dan proaktif pengembangan kepariwisataan Indonesia.

“Pada tanggal 20 Desember kemarin, Kementerian Pariwisata memberikan apresiasi kepada pihak yang telah mendukung secara aktif dan proaktif pengembangan kepariwisataan Indonesia. Salah satunya adalah owner Malang Strudel Teuku Wisnu, yang mendapatkan penghargaan secara langsung dari Bapak Menteri sebagai The Most Creative Digital Activation for City Branding Wonderful Indonesia Co-Branding Award 2018,” terangnya. Teuku Wisnu dipilih karena telah berhasil menjadikan Malang Strudel sebagai ikon oleh-oleh khas dari Malang,” paparnya.

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji, mengaku, sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai core economy Indonesia.

Walikota Malang, Sutiaji – Foto Agus Nurchaliq

“Perlu kami sampaikan, saat ini jumlah kunjungan wisatawan Nusantara ke Kota Malang mencapai 5-6 juta orang. Sedangkan wisatawan mancanegara 6 ribu orang,” sebutnya.

Disampaikan Sutiaji, ke depan tiga pemerintah daerah yang ada di Malang raya, diharapkan tidak lagi branding pariwisata di daerahnya masing-masing.

“Harapan kami, branding ke depan tidak hanya branding kabupaten Malang saja, atau kota Batu saja. Tapi kita bisa membuat branding sama-sama dengan ciri khas Malang melalui semangat Salam Satu Jiwa. Di dalamnya secara otomatis sudah termasuk Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Kita sisihkan sifat-sifat sektorial. Kita bawa salam satu jiwa. Kalau kita angkat branding tersebut, Insyaallah sektor pariwisata di Malang raya akan semakin berkembang,” pungkasnya.

Lihat juga...