Mang Nur Pertahankan Resep Serabi Warisan Leluhur

Editor: Koko Triarko

256
BEKASI – Kudapan kue Serabi di Kota Bekasi, kini mulai dikembangkan dengan berbagai inovasi, seperti menggunakan topping atau campuran lainnya. Tetapi, warung Serabi Mang Nur, sengaja mempertahankan cita rasa tradisional warisan leluhur. 
Mang Nur, begitu dia akrab disapa, masih mempertahankan keaslian Serabi Betawi, yakni hanya dengan menggunakan wajan dari tanah liat, berukuran kecil, kayu bakar, dan selalu menggunakan pakaian khas Betawi. Dia mengolah serabi bersama istrinya di jalan raya Legok, Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Bekasi.
“Ini serabi tradisional asli Betawi. Dulu orang tahunya, serabi seperti yang saat ini saya jual. Hanya ditambah air gula merah (Kinca) dicampur air santan,” kata Nur, di sela memanggang Serabi menggunakan wajan dari tanah liat, Sabtu (1/12/2018).
Dikatakan, Serabi Betawi yang dijualnya memiliki bahan dasar tepung beras, kelapa setengah tua, lalu ditambah garam secukupnya. Cara membuatnya, perasan kelapa direbus sampai mendidih, lalu dicampurkan tepung beras, kemudian diaduk sampai rata, setelah itum, siap dimasukkan ke dalam wajan khusus untuk dipanaskan.
Serabi buatan Mang Nur -Foto: M Amin
“Tapi jangan lupa, saat dipanaskan, di bagian atas wajan ditutup dan biarkan sampai matang, lalu diangkat. Untuk menambah rasa enak pada serabi, harus ditambah dengan kinca. Tetapi, ada yang langsung makan tanpa kinca, karena rasanya ada sedikit asin,” katanya.
Menurutnya, untuk menambah rasa bisa dituangkan kinca, karena bahan Serabi Betawi menggunakan tepung beras akan lebih terasa dicampur manis gula merah. Kudapan ini bisa mengeyangkan.
Mang Nur mengaku mempertahankan kemurnian rasa Serabi Betawi. Untuk itu, semua bahan dipastikan menggunakan bahan alami.
“Alhamdulillah, masih memiliki penggemar tersendiri. Sehari bisa laku sampai 200 Serabi,” kata Mang Nur.
Satu pasang Serabi Betawi buatan Mang Nur, dijual Rp4.000, dan sudah mendapatkan satu plastik kecil kinca. Bagi yang ingin merasakan, bisa datang ke Jalan Raya Legok, arah dari Jalan Benda, selalu buka sore terkadang belum sampai pukul 21.00 WIB sudah tutup, karena sudah habis.
Setelah tikungan akan terlihat warung sederhana Serabi Betawi, tepat di sisi jalan, bersebalahan dengan pedagang aneka buah.
Baca Juga
Lihat juga...