Mantan Pudek Universitas Riau Divonis Bersalah Pengadilan Tipikor

Ilustrasi - Dokumentasi CDN

PEKANBARU – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, memvonis bersalah mantan Pembantu Dekan (Pudek) II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Riau (Unri), Heri Suryadi.

Heri divonis hukuman penjara dua tahun, dalam perkara pembangunan gedung Fisipol Unri. Selain Heri Suryadi, hakim juga memvonis kontraktor proyek, Ruswandi, dengan hukuman tiga tahun penjara. Heri dan Ruswandi, dinyatakan bersalah, melanggar pasal 3 Undang-undang (UU) No.20/2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Heri Suryadi dan terdakwa Ruswandi dengan pidana penjara selama 3 tahun, dipotong masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Bambang Myanto, didampingi hakim anggota Dahlia Panjaitan dan Hendri.

Selain penjara, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda, masing-masing sebesar Rp50 juta atau subsider 3 bulan kurungan. Ruswandi kembali mendapat hukuman lebih berat, dibanding mantan Pudek Unri, yakni diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp940.245.271. “Dalam satu bulan setelah putusan inkrah, harta benda terdakwa (Ruswandi) disita untuk mengganti kerugian negara. Hukuman itu juga bisa diganti dengan penjara selama enam bulan,” ujar hakim dalam amar putusannya.

Atas hukuman itu, Heri Suryadi dan Ruswandi menyatakan pikir-pikir, untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Hak serupa juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Oka Regina dan kawan-kawan. Sebelumnya, jaksa menuntut Heri Suryadi dan Ruswandi dengan penjara masing-masing tiga tahun, dan denda masing-masing Rp50 juta subsider enam bulan kurungan. Ruswandi juga dituntut mengganti kerugian negara sebesar RpRp940.245.271,82. Tercatat, Ruswandi telah mengembalikannya melalui kejaksaan sebesar Rp300 juta.

Lihat juga...