Masyarakat Berharap Monumen Segoroyoso Segera Direnovasi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Rusak dan terbengkalainya Monumen Segoroyoso di Dusun Segoroyoso I, Desa Segoroyoso, Kecamatan Plered, Bantul, menjadi keprihatinan tersendiri bagi masyarakat setempat. 

Pasalnya, monumen yang dibangun untuk mengenang sejarah peristiwa dijadikannya Desa Segoroyoso sebagai markas komando pasukan Wehrkreise III pimpinan Letkol Soeharto, saat Perang Kemerdekaan, memiliki arti sangat penting bagi warga desa.

Lurah Segoroyoso, Miyadiana, menyebut keberdaan Monumen Segoroyoso sangat penting dilestarikan dan dipelihara, untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan bela negara di kalangan generasi muda, khususnya warga desa Segoroyoso.

Pasalnya, di tempat itulah dahulu para pejuang di bawah pimpinan Letkol Soeharto, bersama rakyat bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Indonesia bisa merdeka, karena jasa dan perjuangan para pejuang di masa lalu. Saat ini, setelah merdeka, tugas kita tinggal membangun dan mengisi kemerdekaan. Membangun apa? Ya infrastruktur, mental, dan sebagainya. Karena itu, Monumen Segoroyoso semestinya harus kita uri-uri bersama,” ujarnya.

Dengan menjaga dan merawat monumen sebagai saksi sejarah, diharapkan masyarakat, khususnya warga sekitar, dapat mengetahui sejarah yang pernah terjadi di desanya. Sehingga rasa handarbeni atau rasa memiliki bisa tumbuh, yang pada akhirnya dapat mendorong warga meneladani para pejuang di masa lalu.

“Apalagi, dulu warga Desa Segoroyoso ikut berperan besar. Warga tidak saja menyediakan tempat, kebutuhan makanan dan obat-obatan, tapi juga turut membantu dengan ikut berjuang dan berperang mengangat senjata melawan penjajah Belanda,” katanya.

Lihat juga...