Mengenal Tanaman Insektisida Tuba di Mekarsari

Editor: Satmoko Budi Santoso

253

BOGOR – Dari sejak zaman SD, kita sudah mengenal pepatah yang berbunyi, air susu dibalas air tuba. Yang memiliki arti kebaikan dibalas dengan kejahatan. Tapi apakah kita mengenal apa tuba itu? Bagaimana bentuk tuba sebenarnya?

Tuba atau yang bernama latin Derris elliptica adalah tanaman kayu jenis memanjat atau liana yang getahnya memiliki kandungan aktif rotenone. Rotenone ini merupakan sejenis racun alami yang bersifat kuat dan mampu membunuh ikan serta serangga.

“Tanaman tuba ini merambat pada kayu atau pohon yang berfungsi sebagai inangnya. Kalau di Mekarsari, kita menggunakan tongkat yang ditegakkan untuk membantunya tumbuh memanjat,” kata Marketing Communication Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan, di area Family Garden Taman Buah Mekarsari, Minggu (30/12/2018).

Tanaman tuba memiliki daun muda yang berambut kaku di kedua permukaannya. Setiap ranting mampu memiliki 7-15 pasang daun dengan bulu lembut di bagian bawah daun. Batangnya berwarna coklat tua dan tumbuh menumpuk satu dengan yang lainnya.

“Warna daun tuba saat muda itu hijau terang dengan semburat merah di pinggirnya. Saat dewasa, warna daun akan berubah menjadi gelap dan ukurannya semakin melebar,” urai Firman.

Dijelaskan juga, Tuba memiliki bunga yang mahkotanya berwarna merah muda dengan sedikit bulu. Sementara buahnya berbentuk lonjong dengan lembaran tipis di sepanjang sisinya. Buah tuba berukuran kurang lebih 9 cm, dengan lebar tak lebih dari 2 cm. Di dalam buah, ada biji yang berjumpa 1-4.

“Mekarsari memiliki beberapa tanaman tuba yang ditanam di area Family Garden dan area Nursery. Tapi kebetulan sedang tidak berbunga. Yang di Family Garden ini ukuran batangnya lebih kecil dibandingkan yang tumbuh di Nursery. Karena memang yang di Nursery ditanam lebih dahulu. Lilitan batang yang di nursery juga lebih banyak,” kata Firman sambil menunjukkan batang tuba yang melilit di tongkat.

Lilitan batang tuba di tongkat – Foto Ranny Supusepa

Habitat asli tanaman tuba adalah di tempat yang tidak begitu kering. Biasanya di pinggir sungai atau di hutan belukar yang masih liar. Tapi saat ini sudah banyak juga ditemukan di beberapa pekarangan rumah sehingga memudahkan untuk pemanfaatannya.

“Tanaman ini bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah Asia Selatan hingga Pasifik. Biasanya yang digunakan adalah batang dan akarnya. Ditumbuk-tumbuk hingga mengeluarkan getah lalu dimasukkan ke dalam air. Air inilah yang nantinya digunakan sebagai insektisida,” papar Firman.

Selain rotenone, tuba juga mengandung deguelin, elliptone dan toxicarol.

“Dengan semua kandungannya itu, tuba tidak hanya dapat digunakan untuk meracun ikan. Tapi juga sebagai pembasmi hama pada sayuran, tembakau, kelapa, dan beberapa jenis tanaman lainnya,” pungkas Firman.

Baca Juga
Lihat juga...