Menhan Sebut KKB  Adalah Pemberontak

Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu -Dok: CDN

PEKALONGAN – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, kasus pembunuhan 31 pekerja proyek Transpapua di Kabupaten Nduga, Papua, bukan lagi dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Aksi disebutnya, dilakukan oleh pemberontak.

“Yang namanya bersenjata, melepaskan diri, namanya pemberontak. Ndak usah beralasan, yang namanya melepaskan diri adalah pemberontak,” kata Menhan usai acara Deklarasi Merah Putih Untuk NKRI di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018).

Menhan mengatakan, penanganan peristiwa itu harus dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), bukan lagi kepolisian. “Memang sama-sama (mengamankan ketertiban masyarakat), kapan polisi di depan (bertugas) dan kapan TNI itu ada peraturannya,” tegasnya.

Sementara itu, menyikapi kejadian pengeroyokan anggota TNI di jakarta, Ryamizard mengatakan, kasus tersebut sebaiknya dilupakan. “Riak-riak sedikit kejadian di Jakarta, kita lupakan saja. Yang penting, ke depan nggak boleh terjadi lagi,” tandasnya.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengatakan, pertemuan antara ulama umaro (TNI dan Polri) bersama Menhan Ryamizard Ryacudu, dapat memberikan jaminan ketahanan dan pertahanan NKRI yang lebih solid. “Kami berharap penyelenggaraan kegiatan itu dapat meningkatkan kembali tali silaturahmi ulama antara TNI dengan Polri sebagai pilar bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yoshua Sembiring, memastikan, tidak warga sipil yang disebut-sebut sebagai penggembala ternak, yang tertembak saat tim gabungan TNI/Polri hendak mengevakuasi korban dari Mbua dan Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Danrem 172 PVY, Kol Inf Binsar Sianipar, disebutnya, sudah bertemu dengan masyarakat dan menanyakan hal itu. Namun sampai saat ini, belum ada laporan dari masyarakat. “Memang sempat terjadi kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dan bukan dengan warga sipil,” kata Sembiring.

Sampai saat ini diklaimnya, tidak ada masyarakat yang melapor tentang adanya korban dikalangan mereka. Diharapkan, jika ada yang akan melapor, agar dilengkapi dengan bukti-bukti yang akurat. “Jangan hanya katanya, karena saat kontak senjata terjadi itu antara KKB dengan tim gabungan TNI/Polri dan bukan dengan warga sipil,” ujar Mayjen TNI Simbiring.

Saat ini, kawasan Mbua dan Yigi, sudah dikuasai oleh TNI. Di lokasi tersebut, sudah didirikan pos. Situasinya mulai berangsur-angsur tenang, warga masyarakat yang sebelumnya mengungsi sudah kembali ke rumah mereka.

Mantan Kasdam Siliwangi itu berharap, masyarakat percaya, kehadiran anggota TNI/Polri untuk membantu dan memberikan rasa aman dari gangguan KKB. “Percayalah, kehadiran anggota selain mencari dan mengevakuasi karyawan PT. Istaka yang menjadi korban pembunuhan KKB, juga mengamankan masyarakat di wilayah tersebut,” ujar Pangdam Cenderawasih.

KKB, pada Minggu (2/12/2018) menembaki dan membunuh karyawan PT. Istaka, yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan di Distrik Yal. Tercatat 18 orang meninggal, terdiri dari 16 karyawan PT. Istaka, dan dua anggota TNI AD, dan staf BPPJN Papua. (Ant)

Lihat juga...