Menkeu: Pengembangan Industri Sawit Harus Berdampak Positif

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati - Foto: Dokumentasi CDN

MANOKWARI — Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ketika mengunjungi perkebunan kelapa sawit di Manokwari, Papua Barat, Rabu (19/12), menanyakan manfaat yang diperoleh petani plasma.

“Sudah bisa membangun rumah, Bu,” kata Musiren Doan Seba, yang beberapa saat sebelumnya atas pertanyaan Menkeu pula, menjawab dengan lantang bahwa ia sudah tiga tahun menjadi petani plasma.

Pertanyaan serupa juga diajukan Menkeu kepada petani plasma lainnya yaitu Octavianus Mandacan yang hampir sama seperti Musiren sudah selama tiga tahun ikut menggarap kebun plasma.

Dialog dengan petani dilakukan Sri Mulyani dalam kunjungan kerja bersama beberapa pejabat eselon satu Kementerian Keuangan untuk menggali informasi mengenai keseharian petani plasma dan dampak sistem kerja sama inti-plasma kepada peningkatan kesejahteraan.

Sri Mulyani pada kunjungan tersebut bersama sang suami, Tonny Sumartono secara simbolis memetik kelapa sawit yang sudah siap panen.

Menkeu berkunjung ke Manokwari guna menyaksikan penandatanganan jaminan fasilitas plasma dan jasa konsultasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk Perkebunan Kelapa Sawit PT MedcoPapua Hijau Selaras.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengingatkan bahwa pengembangan industri kelapa sawit di suatu daerah sudah seharusnya berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

Lihat juga...