Menteri Muhadjir Akui Perhatian Terhadap PAUD Masih Kurang

Ilustrasi PAUD - Dok CDN

BANDUNG — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui bahwa perhatian pemerintah terhadap jenjang pendidikan anak usia dini masih kurang, terutama dari sisi anggaran.

“Sampai saat ini pemerintah belum memberikan banyak perhatian, itu bisa dilihat dari penyediaan anggaran dan keterlibatannya,” kata Muhadjir Effendy saat membuka Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018 dan Penghargaan terhadap Sosok Pegiatan PAUD di Bandung, Jumat.

Jenjang pendidikan PAUD yang didirikan oleh swasta jumlahnya mencapai lebih dari 92.000 PAUD. Sedangkan TK/PAUD yang didirikan pemerintah berdadarkan data tahun 2015 sebanyak 3.138 lembaga. Namun demikian, Mendikbud optimistis alokasi anggaran pada pendidikan usia dini akan terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama bagi para guru paud yang berperan besar mengantar masa depan anak-anak.

‘Sejak tahun 2016 lalu kami sudah mengalokasi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi guru-guru termasuk guru paud. Pada tahun 2018 nilainya sebesar Rp4,1 triliun dan tahun 2019 akan kami tingkatkan jumlahnya agar guru paud ikut merasakan manfaatnya,” katanya.

Selain itu, ujar Mendikbud pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk mendukung pendirian Paud desa yang dibiayai dari dana desa.

Lihat juga...