Menteri Susi: Permintaan Ikan Tidak akan Berhenti

155
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti -Dok: CDN

JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan pelaku usaha nasional untuk dapat mengambil manfaat terhadap permintaan terhadap konsumsi ikan yang tidak pernah berhenti dan terus meningkat.

“Jadi permintaan ikan ini tidak akan berhenti. Kita ambil contoh, setiap tahun penduduk Indonesia itu naik 2 juta orang, bisa dihitung berapa tambahan kebutuhan ikan per tahunnya,” kata Susi Pudjiastuti dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menurut dia, budidaya ikan sejak 30 tahun terakhir di seluruh dunia menjadi tumpuan dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang naik setiap hari, seiring pertumbuhan penduduk yang terus naik.

Menteri Susi juga berpendapat bahwa ke depannya, permasalahan penting dinilai bukan lagi terkait permasalahan ideologi dan politik, tetapi lebih kepada persoalan keamanan pangan.

Sebelumnya, KKP menyatakan bahwa tingkat konsumsi ikan nasional memiliki kecenderungan yang selalu naik setiap tahun, terutama bila merujuk kepada data sepanjang lima tahun terakhir.

“Ikan merupakan sumber protein yang sangat besar, dengan makan ikan kita bisa lebih sehat dan turut serta dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Rifky Effendi Hardijanto di Jakarta, Rabu (21/11).

KKP mengajak seluruh elemen masyarakat bukan sekedar mengkonsumi saja tapi turut serta menggerakan makan ikan menjadi suatu budaya bangsa.

Rifky memaparkan, sepanjang lima tahun belakangan, target konsumsi ikan per kapita tahunnya selalu meningkat, yaitu tahun 2014 sebesar 38,14 kilogram (kg) per kapita, tahun 2015 sebesar 40,9 kg per kapita, tahun 2016 sebesar 43,88 kg per kapita, tahun 2017 sebesar 47,12 kg per kapita, dan tahun 2018 sebesar 50 kg per kapita per tahun tahun, sementara untuk tahun 2019, target konsumsi perikanan nasional menjadi 54,49 per kapita per tahun tahun.

Ia menyebutkan bahwa hampir per tahunnya target konsumsi ikan nasional selalu terpenuhi bahkan tidak jarang melebihi target yang ditetapkan, seperti pada tahun 2015 konsumsi ikan masyarakat mencapai 41,1 kg per kapita per tahun, berhasil melampaui yang ditargetkan sebesar 40,9 kg per kapita per tahun.

“Ini bukti kalau masyarakat kita sudah mulai sadar akan pentingnya mengkonsumsi ikan bagi kesehatan,” ucapnya.

Meski demikian, sambung Rifky, pihaknya menyatakan tidak harus berhenti sampai di situ dan akan terus didengungkan akan pentingnya makan ikan.

Hal tersebut adalah agar konsumsi ikan nasional per kapita per tahunnya terus naik.

“Kita jangan sampai kalah dengan negara tetangga, seperti Malaysia 70 kg per kapita per tahun, dan Singapura 80 kg per kapita per tahun, dan Jepang mendekati 100 kg per kapita per tahun,” paparnya. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...