Meski tak Mudah, Sekolah di NTT Layak Diakreditasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

Namun, kata bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, setiap lembaga penyelenggara pendidikan wajib memenuhi standar pelayanan pendidikan nasional dan selanjutnya akan diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasioanal.

“Terhadap sekolah-sekolah yang tidak memenuhi standar pelayanan pendidikan menjadi target pemerintah dan lembaga pendidikan agar terpenuhi standar pendidikan,” sebut Robi, sapaannya.

Sementara itu, anggota DPRD Sikka, Yohanes A.J. Lioduden mengatakan, standar pendidikan wajib dipenuhi oleh pihak sekolah sehingga pemerintah harus selalu mendampingi sekolah agar bisa memenuhi standar tersebut.

“Akreditasi wajib dilakukan agar sekolah bisa meningkatkan mutu pendidikannya. Jadi kalau sekolah yang bermutu pasti akan selalu dicari siswa. Akreditasi juga memacu sekolah untuk berbenah dan mengejar kualitas,” ungkapnya.

Kepala sekolah SMASK Bhaktyarsa Maumere, Sr. Marcelina Lidi, SSpS, mengapresiasi pemerintah yang sudah nembuat perkembangan dalam proses akreditasi sekolah dan sekolah tersebut layak difasilitasi oleh pemerintah.

Kepala Sekolah SMASK Bhaktyarsa Maumere Sr. Marcelina Lidi, SSpS. Foto: Ebed de Rosary

“Ini kalau konteks sekolah di Flores dan NTT ini tidak mudah, sebab terkait soal ketersediaan listrik, keahlian di bidang IT dan ketelitian. Namun semua itu jangan dijadikan sebagai penghalang untuk sekolah mendapat akreditasi,” tegas Sr. Marcelina Lidi, SSpS, Kamis (6/12/2018).

Marcelina mengaku senang sekali, sebab tahun 2018 akreditasinya cukup ketat. Sekolahnya menyiapkan diri selama setahun. Sekolahnya sendiri sudah 3 tahun menerapkan Sistem Kredit Semester.

Lihat juga...