Mie Cap Tiga Anak, Produk Asli Banyumas Sejak 1925

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Tak banyak orang mengetahui, jika sejak ratusan tahun lalu, Kabupaten Banyumas sudah memiliki produk mie kebanggaan lokal, yaitu Mie cap Tiga Anak, atau sering disebut orang dengan Mie Bola. Mie yang pertama kali diproduksi pada 1925, berlogo gambar tiga anak sedang bermain bola ini, hingga kini masih bertahan.

Pemilik usaha Mie cap Tiga Anak, Yusuf Gunawan Santoso, mengatakan, saat ini kondisi usaha mie bola memang tidak secemerlang pada 1970-an. Sebab, sekarang sudah banyak bermunculan mie instan beraneka ragam, yang diproduksi dengan cara lebih modern.

Pemilik usaha Mie cap Tiga Anak, Yusuf Gunawan Santoso, -Foto: Hermiana E. Effendi

Namun, pabrik mie milik keluarga besarnya masih bertahan dan berproduksi di Desa Wlahar Kulon, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.

ʺKita masih produksi, karena ini usaha turun-temurun dari keluarga, maka harus tetap dijaga. Namun, produksinya memang tidak sebanyak dulu, dan wilayah pemasarannya juga tidak seluas pada era 1970-an,ʺ tuturnya, Senin (25/12/2018).

Saat ini, dalam satu hari, mie cap tiga anak hanya memproduksi sekitar 50-55 sak tepung terigu (satu sak terigu berisi 25 kilogram). Pada saat kondisi ramai, seperti dalam perayaan Natal ini, produksinya meningkat hingga 70 sak terigu per hari. Situasi ini berbeda dengan puluhan tahun lalu, di mana produksi mie cap tiga anak sampai ratusan sak tepung terigu dalam satu hari.

Untuk memproduksi mie ini, Gunawan mempekerjakan 80 orang pegawai. Namun, jika pasaran sedang sepi, separuh karyawan terpaksa tidak dipekerjakan.

Lihat juga...