Minimalisir Penyakit, Perlu Kandangkan Ternak Selama Musim Penghujan

Editor: Satmoko Budi Santoso

218

LAMPUNG – Sejumlah peternak di Lampung Selatan (Lamsel) memilih mengandangkan ternak miliknya selama musim penghujan.

Edi Gunawan, pemilik enam ekor ternak kambing mengaku, memilih mengandangkan ternak menghindari penyakit pada kambing miliknya. Saat musim hujan seperti pengalaman sebelumnya, kambing miliknya kerap mengalami kembung (bloat), cacingan, kudisan (scabies), keropeng mulut serta penyakit lain pada ternak.

Musim hujan, disebut Edi Gunawan, dirinya menghindari pola pemeliharaan sistem melepas (umbar) kambing. Ia memilih sistem mencari pakan (ngeramban) menghindari ternak kehujanan saat diliarkan dan memakan rumput yang berpotensi mengandung cacing.

Potensi munculnya tunas rumput muda selama penghujan, disebut Edi, sekaligus menjadi penyebab kambing mencret dan kembung. Kebersihan kandang kambing disebutnya menjadi prioritas disamping memberi asupan pakan sehat selama penghujan.

“Sistem kandang hanya saya lakukan selama musim penghujan menghindari kerugian akibat penyakit. Namun asupan pakan tetap dicari dari jenis pohon untuk pakan kambing,” beber Edi Gunawan, salah satu peternak kambing di Penengahan saat ditemui Cendana News, Rabu (5/12/2018).

Pada sistem pemeliharaan kambing dengan sistem angon atau umbar, kambing disebutnya kerap memakan rumput. Selama penghujan rumput yang dikonsumsi ternak  rentan menjadi sumber penyakit.

Sebagai antisipasi ia memilih tanaman khusus jenis dondong alas, daun leresede, daun kakao, daun mindi. Saat terpaksa memilih rumput sebagai pakan, ia memastikan, rumput dikeringkan dan diberi garam saat diberikan sebagai pakan.

Sistem mengandangkan ternak pada kambing, disebut Edi Gunawan, juga membuat dirinya menyiapkan asupan pakan tambahan. Asupan pakan tambahan tersebut berupa bungkil kedelai dari pabrik pembuatan tahu.

Edi menyebut, sulitnya mencari pakan selama penghujan, membuat ia telah menyediakan tanaman pakan di kebun. Tanaman pakan di kebun tersebut sebagian berfungsi sebagai tanaman pagar. Selain tanaman pagar jenis tanaman rumput gajahan, rumput pandan juga ditanam sebagai pakan.

Penanganan ternak kambing dengan sistem kandang juga dilakukan Harman, salah satu peternak kambing di Desa Pasuruan. Pemilik sebanyak dua belas ekor kambing jenis kepleh dan kacang tersebut, memilih sistem kandang meminimalisir kerugian.

Sebab tahun sebelumnya dengan sistem umbar, dua ekor kambing miliknya terkena diare atau mencret dan akhirnya mati. Pakan yang tidak sehat membuat kesehatan ternak kambing miliknya terganggu.

“Sekarang saya memilih mencari pakan ke kebun agar kambing masih tetap bisa makan, meski berada di kandang,” cetus Harman.

Harman, peternak kambing memberikan pakan sistem ramban menghindari kambing rentan terkena penyakit selama musim penghujan – Foto: Henk Widi

Musim penghujan disebut Harman membuat daya tahan kambing menurun. Sebagai cara meningkatkan daya tahan ternak kambing, ia bahkan kerap mendatangkan petugas kesehatan hewan.

Petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tersebut kerap memberikan obat khusus untuk daya tahan kambing. Obat yang diberikan dengan sistem injeksi juga berguna untuk mencegah penyakit cacingan dan kembung pada kambing.

Pemberian zat kapur di sekitar kandang serta pengasapan saat malam hari menjadi cara menjaga kebersihan kandang. Sistem kandang panggung dibuat oleh Harman mencegah kandang lembab.

Saluran khusus untuk pembuangan kotoran dan air seni juga telah disediakan agar kondisi kandang selalu bersih. Lubang pembuangan disiapkan untuk menampung kotoran yang dipergunakan sebagai pupuk.

Selain peternak kambing, sejumlah peternak sapi di Desa Kemukus Kecamatan Ketapang memilih mengandangkan ternaknya.

Jusman, salah satu peternak sapi peranakan ongole mengaku, mencari pakan hingga keluar kecamatan. Pakan jerami sengaja dipilih karena lebih mudah dicari saat musim panen padi. Selain itu jerami bisa bertahan hingga beberapa bulan dalam kondisi kering. Pemberian pakan dari dedak serta jenjet jagung diberikan sebagai makanan selingan.

Jusman, salah satu warga Desa Kemukus Kecamatan Ketapang mencari jerami untuk empat ekor sapi peranakan ongole miliknya – Foto Henk Widi

“Saat musim penghujan ternak sapi yang saya miliki lebih banyak dikandangkan agar tidak terserang penyakit,” cetus Jusman.

Jusman bersama sejumlah peternak sapi di Ketapang menyebut, sistem kandang lebih menguntungkan. Cara tersebut membuat sapi dan kerbau lebih cepat gemuk. Selain itu peternak juga menghindari sapi dan terkena penyakit pada ternak selama musim penghujan.

Selain rutin mencari pakan dari jerami padi, pakan cadangan juga ditanam oleh Jusman sebagai sumber pakan tambahan. Jenis rumput gajah dan odot ditanam di kebun yang bisa dimanfaatkan sebagai cadangan untuk pakan ternak sapi miliknya.

Baca Juga
Lihat juga...