Misi Kota Padang Menjadi Kota Internasional

Editor: Koko Triarko

PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, memiliki sebuah misi menjadikan kota tersebut sebagai sebuah kota internasional. Hal ini, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wali Kota Padang, Mahyeldi, mengatakan, bahwa menjadikan Padang sebagai Kota Internasional adalah sebuah rencana jangka panjang. Visi misi Kota Padang ke depan adalah mewujudkan masyarakat Kota Padang yang madani berbasis pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang unggul.

Ia menjelaskan, untuk mendukung rencana itu, bisa dilihat soal pendidikan di Kota Padang. Dinas Pendidikan Kota Padang telah menyiapkan di setiap sekolah eksrakurikuler bahasa Inggris. Lalu, untuk Dinas Pariwisata melakukan berbagai terobosan untuk meramaikan kunjungan wisatawan. Sedangkan sektor perdagangan selalu dibenahi.

Wali Kota Padang Mahyeldi /Foto: M. Noli Hendra

“Kota Padang tentu terus berbenah, seperti infrastruktur diperbaiki, gedung untuk para pedagang di pasar dibangun sangat memadai, sehingga masyarakat nyaman berbelanja. Kawasan wisata dipercantik, seperti kawasan wisata terpadu di Pantai Padang,” ujarnya, Senin (24/12/2018).

Berkait sektor pariwisata, Padang tidak hanya fokus untuk membenahi wisata pantai. Tetapi, juga wisata sejarah seperti Kota Tua, secara bertahap juga terus dilakukan pemebenahan dari segi infrastruktur.

Menurutnya, hal tersebut adalah bukti keseriusan Pemerintah Kota Padang untuk mensejahterakan masyarakat kota Padang.

Untuk mendukung rencana yang besar itu, Pemerintah Kota Padang juga melengkapi dengan empat aspek untuk merancang Kota Padang menjadi Kota Internasional. Seperti tersedianya energi listrik yang sangat memadai, tersedianya air minum siap minum melalui PDAM, adanya 200 Trans Padang mampu melayani 7 Koridor, yang lebih penting lagi menyiapkan masyarakat untuk menjadikan Kota Padang menjadi Kota Internasional.

“Supaya semua itu bisa tercapai, Kota Padang telah bergabung dalam Asosiasi negara-negara pesisir Indian Ocean Rim Association ( IORA),” tegasnya.

Dengan demikian, kata dia, Kota Padang telah menjalin kerja sama dengan negara/kota Mauritius, Frementle, Ba ria Vung tao Vietnam, Selangor Malaysia dan Timur Tengah.

Hal ini berpijak dari IORA yang merupakan forum regional, bersifat tripatit menghimpun perwakilan dari negara untuk mempromosikan kerja sama dan interaksi erat di antara mereka.

“Organisasi IORA ini berdasarkan prinsip regionalisme, terbuka untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan pendidikan, khususnya memfasilitasi investasi, promosi dan pembangunan,” ungkapnya.

Mahyeldi berharap, dengan adanya misi yang begitu besar itu, dan diperkirakan akan dapat meningkatkan kompetensi aparatur Pemerintah Kota Padang dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, perlu didukung bersama.

Sehingga terwujudnya percepatan pembangunan yang selaras dengan visi misi Kota Padang, serta dapat merealisasikan program unggulan Pemerintah Kota Padang.

“Jadi, memang supaya berjalan denga baik, perlu ditingkatkannya sumber daya aparatur, serta ditunjang dengan motivasi yang tinggi. Bekerja secara profesional untuk melayani kebutuhan masyarakat,” sebut Mahyeldi.

Menurutnya, tanpa didukung oleh sumberdaya yang memadai, jika pun nanti terwujud Padang menjadi Kota internasional, maka rencana yang besar tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Artinya, percuma jika merencanakan hal besar, tanpa ada didukung oleh sumberdaya yang memadai untuk mengelolah semua rencana tersebut.

“Saya selalu menekankan kepada para aparatur Pemerintah Kota Padang, jika ingin besar, maka persiapkanlah sumberdaya manusianya. Apalah arti wacana hebat, tapi tidak ada yang mampu menjalankannya,” tutupnya.

Lihat juga...