Musim Hujan, 200 Hektare Sawah di Banyumas Tergenang

Editor: Mahadeva

Ilustrasi- Dok CDN

BANYUMAS – Setiap kali memasuki musim penghujan, 200 hektare sawah di wilayah Kabupaten Banyumas, pasti tergenang air. Ketinggian air antara 30 hingga 50 sentimeter. Hal itu membuat tanaman padi yang baru di tanam, menjadi tergenang. Meskipun sudah bertahun-tahun, hingga kini kondisi tersebut, belum mendapatkan solusi.

Salah seorang petani di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Narsih, mengatakan, Dia dan beberapa petani tetap berusaha untuk menanam padi. Petani memilih menanam padi yang memiliki usia sudah tinggi untuk menghadapi banjir. ʺTetap kita berusaha tanam, sebab kalau tidak, kita hanya bisa panen padi setahun sekali saja. Ini demi mencukupi kebutuhan sehari-hari,ʺ tutur, Narsih, Senin (31/12/2018).

Sebagian tanaman padi, ada yang bisa bertahan hingga usia panen. Namun, banyak pula yang mati dan membusuk karena tergenang air. Hal tersebut sudah menjadi risiko, yang biasa ditanggung petani di Desa Nusadadi. Sawah yang tergenang air setiap tahun, tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Kemranjen dan Kecamatan Tambak. Total area yang tergenang mencapai 200 hektare.Dari jumlah tersebut, 60 hektare sawah merupakan berada di Desa Nusadadi. Selain di Nusadadi, di Kecamatan Sumpiuh yang sawahnya tergenang ada di Grumbul Karet. Di Kecamatan Kemranjen, ada di Desa Sirau dan ada Desa Plangkapan, di Kecamatan Tambak.

Anggota Komisi D DPRD Banyumas, Didi Rudian, mengatakan, untuk mengatasi genangan, seharusnya tanggul-tanggul sungai ditinggikan. Kemudian dilakukan pengerukan beberapa sungai di wilayah tersebut. Petani, juga bisa memanfaatkan mesin penyedot air, untuk mengurangi volume air di area persawahan. Desa, juga mempunyai anggaran desa, yang seharusnya bisa dipergunakan untuk mengatasi permasalahan sawah yang tergenang.

Penggunaan anggaran desa untuk membantu sawah yang tergenang, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penggunaan dana desa tidak hanya untuk pengaspalan jalan desa saja. ʺHarus ada perbaikan irigasi dan pengerukan sungai, untuk menjaga aliran sungai, ini menjadi tanggung jawab dinas terkait tentunya. Namun, desa sebenarnya juga bisa mengupayakan solusi, karena setiap desa sekarang ini sudah mempunyai anggaran yang cukup besar,ʺ terangnya.

Lihat juga...