Musim Hujan, Masyarakat Lombok Barat Diajak Menanam Pohon

Editor: Mahadeva

LOMBOK BARAT – Guna menjaga kelestarian lingkungan, dan meminimalisir terjadinya bencana akibat kerusakan lingkungan, masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan melakukan penghijauan. Penanaman hutan di lahan gundul diharakan maksimal di musim hujan.

“Salah satu penyebab terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor, karena kondisi lahan, terutama lahan kawasan hutan sudah banyak yang gundul,” kata Danrem 162 Wira Bhakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, pada acara penghijauan kawasan lahan gundul di Lombok Barat, Senin (24/12/2018).

Ahmad mengajak segenap masyarakat, baik orang tua, pemuda maupun anak-anak, bisa ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan. Masyarakat dapat menanam pohon di kawasan hutan, pekarangan, kebun, pinggiran aliran sungai maupun pinggiran jalan.

Pelestarian lingkungan dibutuhkan untuk mengurangi potensi dan bencana seperti banjir, tanah longsor maupun kekeringan. Lingkungan yang lestari, bisa menjadi sumber kehidupan manusia. “Penanaman juga sekaligus dalam rangka memperingati penanaman pohon sedunia khususnya di Lombok Barat,” tambah Rizal.

Puluhan ribu pohon yang ditanam dalam acara tersebut, terdiri dari gamelina, mahoni, bajur, beringin, sengon. Kemudian ada juga pohon buah, seperti alpukat, kemiri, kelengkeng, matoa. Pemilihan jenis tanaman lebih kepada potensi ekonomi yang bakal dimiliki masyarakat.

Saleh, salah satu tokoh masyarakat Lombok Barat berharap, gerakan reboisasi dengan menanam pohon bisa terus digalakan. Hal itu mempertimbangkan, kondisi sebagian kawasan hutan, terutama di Lombok Barat saat ini sangat memprihatinkan “Kalau dilihat dari kondisi, sebagian kawasan hutan kita sudah sangat memprihatinkan. Banyak yang gundul, dirambah secara liar oleh masyarakat untuk membuka lahan pertanian” tandasnya.

Kondisi tersebut menambah potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor. Pohon yang hidup di kawasan hutan, dapat menjadi penyangga air dan tanah.

Lihat juga...