Musim Hujan, Turunkan Penjualan Ikan di Karangasem

Editor: Satmoko Budi Santoso

192

KARANGASEM – Musim penghujan yang disertai gelombang besar air laut, membuat omzet pendapatan ikan oleh nelayan di Kabupaten Karangasem Bali, menurun. Hal ini tentu juga dirasakan oleh para pedagang ikan jalanan yang berada di kabupaten paling timur Bali ini.

Nursalatia, salah seorang pedagang ikan jalanan di wilayah objek wisata Taman Soekasada Taman Ujung Karangasem, mengaku, penjualan ikan dalam beberapa minggu belakangan sudah menurun. Bahkan penurunannya hingga hampir 50 persen.

“Ya kan sudah memasuki musim hujan, Mas. Jadi, banyak nelayan yang tak pergi melaut,” ucap Nursalatia saat ditemui, Senin (3/12/2018).

Akibatnya, hal ini juga berpengaruh terhadap pendapatannya sebagai penjual ikan. Nursalatia kembali mengatakan, jika pada musim atau hari biasa, ia mampu menjual sebanyak tiga hingga lima bak ikan sehari. Namun, saat ini, dirinya hanya menjual sebanyak satu bak saja. Satu bak ikan, menurut ibu dua anak ini, berisikan 100 ekor ikan.

Jika kondisinya terus seperti ini, ia biasanya memilih untuk menutup usaha untuk sementara waktu. Sampai pada akhirnya cuaca kembali normal dan banyak para nelayan kembali melaut. Menurut  wanita asal Lombok Nusa Tenggara Barat ini pula, sejauh ini ikan yang ia jual termasuk kategori ikan bagus dan segar.

“Karena ikan langsung dibeli dari para nelayan yang baru saja tiba melaut. Harganya pun relatif cukup murah. Yaitu per ekor ikan jenis tongkol biasa, dijual seharga seribu hingga 1500 rupiah per ekor. Ikan yang kami jual biasanya ikan Tongkol, Mas. Karena nelayan di sini lebih banyak menangkap ikan tongkol di laut Bali,” imbuhnya.

Namun yang menjadi kendala adalah, pasar ikan di Karangasem belum sepenuhnya dilirik oleh para konsumen. Kebanyakan, aku Nursalatia, ikan yang ia jual dikonsumsi atau dibeli oleh penduduk sekitar. Oleh sebab itu, ia berharap kepada pemerintah setempat, untuk memberikan ruang bagi pengembangan pasar ikan yang ada di Karangasem.

“Kalau perlu dibuatkan pasar khusus, agar menjadi sentra hasil ikan di kabupaten,” tukasnya.

Ikan tongkol merupakan jenis ikan laut yang banyak dikonsumsi masyarakat karena rasanya enak, dagingnya tebal, dan harganya pun murah. Dari kalangan ekonomi atas hingga bawah, semua mampu membeli ikan tersebut. Ikan yang kaya dengan protein ini, biasanya dikonsumsi oleh masyarakat dengan cara dimasak tumis atau bisa juga dibakar.

Putu Arsana, salah seorang warga setempat mengatakan, hampir setiap hari membeli ikan tongkol kepada pedagang di lingkungan ini untuk dikonsumsi. Selain karena kebutuhan juga sebagai upaya untuk mendukung pemerintah untuk gemar makan ikan. Ia juga berpendapat, sudah seharusnya Kabupaten Karangasem menjadi sentra penghasil ikan laut segar di Bali.

“Lagi pula, sebagai upaya untuk membeli ikan dari nelayan kita sendiri. Kami selaku warga sangat mendukung dibuatkan sentra penjualan ikan di kawasan ini. Karena ada puluhan pedagang ikan jalanan di sini,” ucapnya.

Baca Juga
Lihat juga...