Musim Pancaroba, Anak Rentan Terserang Infeksi Pernafasan

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Memasuki musim pancaroba, biasanya anak-anak akan mengalami serangan infeksi saluran pernafasan, seperti batuk pilek.

Hal ini disebabkan oleh perubahan cuaca panas dan dingin yang mempengaruhi daya tahan tubuh anak. Pada anak yang memiliki daya tahan rendah, biasanya penyakit yang muncul akan lebih berat yaitu infeksi saluran pernafasan bawah.

Biasanya batuk pilek pada anak-anak akan menyebabkan kurangnya masa istirahat dan berkurangnya nafsu makan. Walaupun, menurut Dr. Dimple Nagrani, Sp.A, serangan batuk pilek ini wajar bagi anak-anak dalam frekuensi 6-8 kali dalam setahun.

“Menyembuhkan batuk pilek pada anak-anak itu tidak harus menggunakan obat ataupun antibiotik. Karena sebenarnya, saat batuk pilek menyerang mereka, tubuh mereka sedang membangun daya tahan. Kan daya tahan anak-anak belum sekuat orang dewasa,” kata Dr. Dimple, saat dihubungi oleh Cendana News, Senin (10/12/2018).

Pencegahan batuk pilek, menurut Dr. Dimple adalah hal yang mudah, yaitu rajin mencuci tangan setiap kali habis beraktivitas dan dijauhkan dari orang dewasa yang sedang terkena infeksi saluran pernafasan atas.

“Jadi kalau ada orang dewasa yang terkena batuk pilek, jangan dekat-dekat dengan anak-anak. Karena mereka kan lebih lemah daya tahannya. Jadi kalau tertular efeknya bisa lebih besar dibandingkan apa yang dirasakan oleh orang dewasa. Malah bisa menjadi infeksi saluran pernafasan bawah pada anak. Atau kalau memang harus dekat, ya harus menggunakan masker,” papar dokter cantik keturunan India ini.

Dr. Dimple menyatakan, orang tua bisa membawa anak-anaknya yang batuk pilek ke dokter jika memang terlihat ada gejala sesak yang menyertai.

“Jika batuk pileknya tidak mengganggu aktivitas si anak atau pun waktu tidurnya, ya nggak usah dibawa ke dokter. Biarkan saja, asal asupan makanan bergizi tetap terjaga, maka anak akan bisa sembuh dengan sendirinya. Karena daya tahan tubuhnya sedang belajar dan akan menjadi semakin kuat,” ucapnya.

Variasi makanan juga menjadi hal yang penting dalam menjaga stamina si anak. Menjaga asupan makanan ini jauh lebih penting dibandingkan memberi suplai vitamin kepada anak.

“Sebenarnya anak itu tidak membutuhkan tambahan vitamin, jika asupan makanannya bergizi. Kalau memang mengalami gizi yang kurang atau gizi buruk pun, harus dianalisa dulu sebelumnya apa yang menjadi penyebabnya. Nanti baru dokter gizi akan menentukan vitamin apa yang dibutuhkan oleh si anak untuk menyertai susunan makanan,” tegas Dr. Dimple.

Intinya, menurut Dr. Dimple, menjaga asupan makanan bergizi dan variasi makanan adalah cara yang paling tepat untuk menjaga kesehatan anak sekaligus membantu anak dalam masa penyembuhan.

Lihat juga...