Nanas Mekarsari Bermahkota Lebih dari Satu

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Nanas yang mengalami kelainan gen dapat terlihat dari jumlah mahkotanya yang muncul lebih dari satu. Mutasi gen pada tanaman ini, dapat terlihat dari perbedaan bentuk, warna atau penampilan dari pohon atau buah.

Junaedi menunjukkan beberapa tanaman nanas yang mengalami mutasi gen – Foto: Ranny Supusepa

Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari, Junaedi, menyatakan hal ini dapat terjadi pada satu atau dua tanaman dalam kumpulan ratusan nanas.

“Ini bukan bikinan Mekarsari. Ini terjadi karena adanya mutasi gen. Dan tidak hanya menghasilkan nanas dengan tiga mahkota saja. Bisa juga lebih,” kata Junaedi seraya menunjukkan tanaman nanas lainnya di kebun Landscape Mekarsari yang memiliki mahkota lima dan delapan, Rabu (26/12/2018).

Mutasi gen ini, menurut Junaedi dapat terjadi salah satunya karena ada perubahan mendadak pada habitat tumbuhnya.

“Nanas ini adalah tanaman yang mampu tumbuh di dataran rendah hingga tinggi. Tapi membutuhkan sinar matahari secara penuh selama masa pertumbuhannya, yaitu antara 9-12 bulan. Nah, jika nanas yang biasa tumbuh dibawah panas, lalu tiba-tiba dipindahkan ke tempat teduh, mutasi gen bisa saja terjadi,” ungkap Junaedi.

Dijelaskan oleh Junaedi bahwa nanas yang di tanam di Landscape Garden Mekarsari memang memiliki habitat baru yang lebih teduh dibandingkan habitat aslinya.

Nanas Mekarsari bermahkota delapan – Foto: Ranny Supusepa

Nanas yang mengalami mutasi gen ini, jika memiliki anakan belum tentu menurunkan sifat yang sama. Dalam hal ini, menurut Junaedi, belum tentu jumlah mahkota anakannya akan sama jumlahnya dengan induknya.

“Bisa saja mahkotanya hanya satu. Tapi bisa juga lebih banyak. Jadi tidak bisa kita pastikan, induknya seperti apa lalu anakannya akan mengikuti,” urainya.

Secara teori, mutasi alam atau mutasi spontan seperti ini merupakan suatu mutasi yang disebabkan oleh alam. Misalnya karena pengaruh sinar kosmis, radioaktif, sinar ultraviolet matahari, gangguan metabolisme dan radiasi ionisasi internal bahan radioaktif.

“Mutasi alam sangat jarang terjadi dan bila terjadi adalah secara kebetulan, amat lambat prosesnya tetapi pasti. Penelitian terkait mutasi jenis ini sangat sulit untuk dilakukan karena terjadinya sangat jarang dan lambat,” pungkasnya.

Lihat juga...