Natal, DLH Pastikan Tak Ada Penumpukan Sampah

Editor: Mahadeva WS

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Isnawa Adji – foto Lina Fitria

JAKARTA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan, penanganan sampah selama Natal berlangsung seperti biasa. Guna mengantisipasi membeludaknya sampah pada momen tersebut, DLH DKI Jakarta, telah mempersiapkan rencana operasi, satuan tugas dan armada penanganan sampah.

“Seluruh Suku Dinas dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan, diinstruksikan untuk mengantisipasi penanganan kebersihan di setiap gereja di wilayahnya, saat malam Natal dan rangkaian perayaannya,” kata Isnawa, Senin (24/12/2018).

Dengan rencana aksi yang disusun, dijamin tidak akan terjadi penumpukan sampah selama perayaan Natal di Ibukota. Ribuan petugas, tetap bekerja menangani sampah meski hari libur.  Sebanyak 50 personel kebersihan DLH DKI Jakarta, di tugaskan di setiap kecamatan. “Total 2.200 personel Pasukan Orangye kita tugaskan dalam satgas kebersihan Natal ini,” ungkapnya.

DLH DKI Jakarta, juga menyiapkan kendaraan angkut sampah, mobil penyapu jalan (road sweeper), toilet mobile, menyiagakan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang beroperasi 24 jam untuk melakukan pelayanan pada malam Natal. Menyiagakan regu comot, dan sarana kebersihan, yang bekerja sama dengan kelurahan terkait. Fokus pelayanan di gereja-gereja besar, yang jemaatnya ramai. Petugas dan armada penanganan kebersihan dipastikan bekerja lebih optimal.

Seperti di Gereja Katedral dan Emanuel di Jakarta Pusat, Gereja Ayam di Jakarta Barat, Gereja Advent dan HKBP Pasar Minggu di Jakarta Selatan, dan Gereja Theresia di Jakarta Timur. Selain penanganan sampah di seluruh gereja, Dinas Lingkungan Hidup, juga membantu membersihkan tempat-tempat wisata, seperti kawasan Monas, Taman Margasatwa Ragunan, Kawasan Kota Tua, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Walaupun tempat-tempat wisata tersebut ada pengelolanya, penanganan kebersihannya kita backup, untuk menjamin kualitas layanan yang dirasakan warga,” kata Isnawa.

Di setiap tempat wisata dan pusat keramaian, disiapkan bus toilet, mobil sapu jalan otomatis, dust bin dan truk sampah compactor, serta petugas gerobak motor yang setiap dua jam sekali melakukan penyisiran sampah. Di tempat-tempat wisata, seperti Kawasan Monas juga diadakan display armada canggih penanganan kebersihan, seperti excavator spider, truk sampah jenis compactor, street swepeer. Keberadaan armada canggih tersebut, banyak dimanfaatkan pengujung untuk mencoba menaiki atau sekedar berfoto selfie.

Lihat juga...