Nelayan di Karimun Cemaskan Konversi Minyak Tanah ke Gas

133
Ilustrasi nelayan - Dok: CDN
KARIMUN – Kalangan nelayan tradisional di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, berharap ada dispensasi berupa kebijakan khusus, terkait program konversi minyak tanah ke gas elpiji.
“Nelayan tradisional dengan kapal 5 GT, akan terkena dampak program konversi minyak tanah ke gas. Karena itu, mereka berharap tetap diberikan ruang untuk mendapatkan minyak tanah bersubsidi,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun, Amirullah, di Tanjung Balai Karimun, Minggu (2/12/2018).
Program konversi minyak tanah ke gas elpiji, menurut dia, menjadi pembicaraan di kalangan nelayan tradisional yang khawatir minyak tanah ditarik dari pasaran, jika program tersebut direalisasikan.
Sementara, nelayan menggunakan minyak tanah untuk keperluan memasak, selama menangkap ikan di laut.
Menurut Amirullah, kalau pun mereka mendapat juga menjadi sasaran program konversi minyak tanah ke gas, nelayan dengan kapal 5 GT ke bawah juga tidak mungkin bisa menggunakan gas selama di laut.
“Jelas tidak bisa dengan kapal sekecil itu. Bisa berbahaya kalau kapal dihantam gelombang,” tuturnya.
Dia mengakui, penggunaan tabung elpiji lebih ekonomis dibandingkan minyak tanah. Namun, program ini memiliki dampak bagi lebih dari 10.000 nelayan tradisional di Kabupaten Karimun.
“Kita tidak tahu seperti apa kebijakan pemerintah, kita juga berharap ada solusi dan tidak memaksakan program ini berjalan, tapi merugikan masyarakat pesisir yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan,” kata Amirullah.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, Muhammad Yosli, mengatakan, nelayan memang tidak termasuk penerima tabung elpiji bersubsidi.
Namun demikian, nelayan tidak perlu khawatir tidak mendapatkan minyak tanah, karena masih ada minyak tanah nonsubsidi di pasaran.
“Minyak tanah nonsubsidi tetap ada. Dan, minyak tanah bersubsidi juga tidak ditarik sekaligus, tetapi bertahap sampai tabung elpiji selesai didistribusikan,” katanya.
Yosli juga mengatakan, Dinas Perikanan dan Kelautan juga memiliki program mengenai bahan bakar gas untuk nelayan.
“Saya tidak tahu persis berbentuk apa, yang jelas berbentuk tabung elpiji 3 kilogram. Bisa ditanyakan langsung ke Dinas Perikanan, seperti apa programnya,” ujarnya.
Disinggung program konversi minyak tanah ke gas, dia mengatakan masih berjalan dan sedang dalam tahap pendistribusian dari kecamatan.
“Pekan ini sudah didistribusikan,” kata dia.
Total penerima tabung elpiji bersubsidi 3 kilogram, sebanyak 45.587 rumah tangga dan usaha mikro. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...