Nelayan Tuntut Tindak Tegas Kapal Trawl di Bangka Selatan

Ilustrasi - Nelayan - Dok: CDN

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, segera menindak kapal trawl yang beroperasi di laut Kabupaten Bangka Selatan, karena melanggar aturan dan meresahkan masyarakat nelayan daerah setempat.

“Kami segera rapat untuk mengambil kebijakan penindakan kapal trawl di Bangka Selatan,” kata Erzaldi Rosman Djohan, saat menerima perwakilan nelayan tradisional Bangka Selatan, yang melakukan demontrasi menolak trawl di Pangkalpinang, Rabu (19/12/2018).

Ia menyambut baik dan mendukung aspirasi nelayan tradisional yang menolak kapal trawl beroperasi di wilayah penangkapan ikan nelayan tradisional.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Babel, mencapai 90 unit kapal trawl, tersebar di laut Tukak Sadai 29 kapal, Ponggok 46 kapal, Lepar 15 kapal. Sementara informasi nelayan tradisional, jumlah kapal trawl di laut Suka Damai Toboali mencapai ratusan unit.

“Beri kami waktu menyusun strategi menertibkan dan menindak seluruh kapal trawl ini, yang merusak terumbu karang dan hasil tangkapan ikan nelayan menurun drastis,” ujarnya.

Menurut dia, bila tindakan yang diambil keliru, akan menimbulkan masalah baru. Karena itu, diharapkan nelayan tradisional mendukung upaya pemerintah daerah dan aparat kepolisian, menindak kapal trawl ini.

“Ini sudah jelas ada aturan yang dilanggar. Karena itu, saya bersama aparat kepolisian menindak kapal trawl ini,” katanya.

Diharapkan pula, nelayan tradisional mendukung upaya penindakan ini dengan memberikan informasi dan data jumlah, lokasi operasional dan di mana kapal trawl ini menjual hasil tangkapan ikannya.

Koordinator demonstrasi, Kodi Midahri, mengatakan nelayan tradisional resah, karena hasil tangkapan ikan berkurang drastis dan terumbu karang juga rusak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Babel yang berkomitmen menindak kapal-kapal trawl ini,” katanya.

Pantauan di Kantor Gubernur Kepulauan Babel, ratusan nelayan tradisional melakukan aksi damai menolak operasi kapal trawl, compreng dan tambang timah ilegal yang marak di wilayah penangkapan ikan nelayan tradisional.

Aksi demonstrasi tersebut dikawal aparat kepolisian dan Satpol PP yang berlangsung aman, tertib dan damai. (Ant)

Lihat juga...