Novel ‘Orang-orang Oetimu’ Menangkan Sayembara Novel DKJ 2018

Editor: Makmun Hidayat

507

JAKARTA — Novel berjudul “Orang-orang Oetimu” karya Felix K Nesi memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2018. Pengumuman pemenang digelar pada acara Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2018, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018) malam.

Dewan Juri Sayembara Novel DKJ 2018 yang terdiri dari A.S. Laksana, Nukila Amal dan Martin Suryajaya itu menyatakan novel “Orang-orang Oetimu” karya Felix itu berhasil menyisihkan 270 naskah yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

“Novel ‘Orang-orang Oetimu’ ini berkisah berkisah tentang Suku Jawan di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki perbendaharaan kata yang kaya, diperkaya oleh khazanah bahasa Tetun, serta didasari dari penggalian khazanah tradisi Timor Leste dan cerita rakyat serta sejarah lokal NTT,“ kata A.S. Laksana mewakili Dewan Juri Sayembara Novel DKJ 2018.

Menurut A.S. Laksana, pembaca diajak untuk menelusuri latar belakang tiap tokohnya yang sebetulnya merupakan elaborasi dari adegan pada bab pertama sebelum akhirnya novel ditutup dengan kembali ke adegan tersebut.

“Penokohan digarap dengan matang, riwayat hidup tiap tokoh dibeberkan secara memadai dan melebar menyentuh berbagai peristiwa sejarah di Indonesia yang menimpa mereka, berikut efeknya pada kehidupan para tokoh—baik secara individual maupun komunal,“ bebernya.

A.S. Laksana memuji, selera humornya baik, cenderung subtil, kritik sosial disampaikan secara natural sebagai bagian dari kebutuhan pengisahan.

“Penulis mampu menggambarkan budaya, suasana kehidupan, karakter orang Timur dengan sangat kental dan akurat. Sebuah contoh fiksi etnografis yang digarap dengan baik,“ tandasnya.

Adapun pemenang kedua Sayembara Novel DKJ 2018 dengan judul “Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman” karya Ahmad Mustafa, disusul pemenang ketiga berjudul “Balada Supri” karya Mochamad Nasrullah.

Dewan juri juga menetapkan lima karya lainnya sebagai karya layak terbit, tentu saja dengan sejumlah perbaikan. Kelima naskah tersebut tidak menang dalam sayembara, namun layak terbit, yakni “Pemetik Bintang” karya Venerdi Handoyo, “Tiga dalam Kayu” karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, “Nyi Manganti” karya Dadan Sutisna, “Babad Kopi Parahyangan” karya Evi Sri Rezeki, dan novel “Teror Kain Kusut” karya Irman Hidayat.

Baca Juga
Lihat juga...