OJK Manfaatkan Pagelaran Wayang Kulit Untuk Sosialisasi

Editor: Mahadeva WS

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas VM Tarihoran - Foto Hermiana

PURWOKERTO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanfaatkan pagelaran seni tradisional wayang kulit, untuk mengedukasi keuangan dan sosialisasi transaksi non tunai kepada masyarakat Purwokerto. Kesenian wayang kulit, dipandang masih efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat. Warga yang senang dan mencintai seni tradisi tersebut masih sangat banyak.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas VM Tarihor, saat berkunjung ke Banyumas mengatakan, pihaknya sengaja memilih budaya lokal sebagai sarana sosialisasi. Ketika di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan wayang kulit, maka jika Jawa Barat dengan wayang golek. ʺKegiatan sosialisasi kami lakukan dengan berbagai cara. Untuk mendekatkan OJK pada masyarakat, kami memilih budaya dan kearifan lokal sebagai media sosialisasi,ʺ terangnya, Minggu (16/12/2018).

Untuk sosialisasi dengan budaya lokal, Sabtu (15/12/2018) malam hingga Minggu (16/12/2018) dini hari, secara serentak digelar pertunjukan wayang kulit di sejumlah daerah. Beberapa lokasi sosialisasi diantaranya Purwokerto dan Madiun, Jawa Timur.Kemudian pertunjukan wayang golek di Ciamis, Jawa Barat. Di Kota Purwokerto, pertunjukan digelar di Alun-alun Purwokerto. Pertunjukan mengambil lakon Pandawa Mangun Projo, dengan dalang Ki Dalang Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta.

Horas menjelaskan, sesuai dengan Undang-undang No.21/2011, OJK diberi amanat untuk melakukan fungsi edukasi dan perlindungan keuangan kepada masyarakat luas. Karena itu, melalui sosialisasi yang gencar dilakukan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami keberadaan lembaga perbankan dan industri keuangan non bank, seperti asuransi, leasing, pegadaian serta dan lembaga lainnya.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono – Foto Hermiana

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengapresiasi dipilihnya Banyumas sebagai salah satu tempat sosialisasi oleh OJK. Selain membuat masyarakat lebih memahami keberadaan lembaga keuangan, pertunjukan yang digelar, juga memberi hiburan gratis bagi warga Kota Purwokerto dan sekitarnya. Dengan pemahaman yang diberikan OJK, Wakil Bupati Banyumas mengimbau, masyarakat mewaspadai banyaknya penawaran investasi. Saat ini, marak investasi bodong, yang menjanjikan keuntungan besar.

Pengawasan investasi dilakukan oleh OJK. Sehingga, jika masih ragu akan sebuah penawaran investasi, masyarakat diimbau berkoordinasi dengan OJK. “Ciri utama investasi bodong adalah iming-iming keuntungan yang terlalu besar, atau di atas rata-rata bunga deposito bank, kemudian jaminan bebas resiko. Ini perlu dicurigai, karena semua investasi pasti ada risikonya. Sehingga, lebih baik berkonsultasi dengan OJK sebelum menentukan investasi,” pungkas Sadewo.

Lihat juga...