OJK: Sinergi Kunci Pengembangan Ekonomi Syariah

Editor: Koko Triarko

Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Soekro Tratmono. -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Soekro Tratmono, berharap industri jasa keuangan syariah dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Untuk mewujudkan itu, kata dia, bank syariah harus bersinergi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“OJK mendorong bank syariah bersinergi dalam upaya pengembangan ekonomi syariah,” kata Soekro kepada Cendana News, ditemui usai Silaknas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta, Kamis (12/12/2018).

Saling sinergi ini, jelas dia, yakni dalam melakukan pengembangan produk keuangan syariah. Sinergi bisa dilakukan melalui Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO). Upaya ini untuk mendorong agar tidak saling berebut pasar.

“Agar berkontribusi, kita dorong adanya sinergi melalui ASBISINDO. Sinergi ini, agar tidak saling berebut pasar, tapi bersama-sama memajukan industri keuangan syariah,” tandasnya.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan bank syariah secara bersinergi. Misalnya, dengan meluncurkan produk penyaluran pembiayaan syariah untuk perumahaan.

Kalau sinergi ini bisa diterapkan, jelas dia, akan lebih efisien, karena tidak perlu melakukan riset di antara bank syariah tersebut.

Sinergi lainnya yang bisa dilakukan antarbank syariah, yaitu dengan membangun beberapa infrastruktur. Seperti informasi dan teknologi (IT) dan sumberdaya manusia (SDM).

Lihat juga...