OJK Tingkatkan Peran Pasar Modal, Menyediakan Dana Pembangunan

OJK, ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Otoritas Jasa keuangan (OJK), terus berupaya meningkatkan peran pasar modal, dalam upaya menyediakan dana pembiayaan pembangunan. Termasuk penyediaan kebutuhan dana bagi korporasi serta usaha kecil dan menengah.

“Di 2019 mendatang, seluruh pelaku pasar modal Indonesia bertekad untuk kembali memberikan kontribusi terbaiknya, khususnya untuk mendukung pembiayaan program-program ekonomi prioritas,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dalam sambutan Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Di 2018, terdapat 24 emiten sektor infrastuktur, yang melakukan fund raising, melalui pasar modal. Total nilai emisinya Rp28,05 triliun. Selain itu, juga ada penerbitan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) terkait infrastruktur, dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp7,44 triliun. Kemudian, Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), dengan total nilai sekuritisasi Rp3,57 triliun. Dan, Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Real Estat (KIK-DIRE), dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp0,62 triliun.

Dalam rangka meningkatkan likuiditas pasar, OJK telah mempercepat penyelesaian transaksi di Bursa Efek, menjadi dua hari (T+2) dari sebelumnya T+3. “Kami mencatat, rata-rata volume harian meningkat 37,47 persen, dari 9,2 miliar transaksi menjadi 12,8 miliar transaksi. Rata-rata nilai transaksi naik 26,96 persen dari Rp8,1 triliun menjadi Rp10,2 triliun,” paparnya.

Lihat juga...