Oknum BKD Kalteng, Tersangka Suap Kenaikan Pangkat

180
Antikorupsi, ilustrasi -Dok: CDN
PALANGKA RAYA – Kejaksaan Negeri Kota Palangka Raya, menetapkan oknum Aparatur Sipil Negara di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap atau penerima gratifikasi.
“Setelah menetapkan oknum pegawai BKD Kalteng berinisial DA sebagai tersangka, Kejaksaan akan melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan selama 20 hari, di Rumah Tahanan Kelas IIA Palangka Raya,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Zet Tadung Allo, Sabtu (1/12/2018).
Namun, katanya, penahanan tersangka ditunda dulu, karena yang bersangkutan penyakitnya tiba-tiba kambuh dan sempat kejang-kejang.
“Saat itu juga, DA kami bawa ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani pengobatan,” tambah Zet Tadung.
Mantan Tim Penyidik Pidana Khusus di Kejaksaan Tinggi Kalteng itu, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik kejaksaan setempat, tersangka dalam perkara tersebut sementara ini baru DA saja.
Namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain, penyidik yang akan terus mengembangkan dan mendalami perkara tersebut.
“Kasus ini tidak ada kaitannya dengan Kepala BKD Kalteng, tetapi kami masih melakukan pengembangan dan hasilnya akan ketahuan siapa saja dalam perkara ini yang terlibat,” katanya.
Selain ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap atau gratifikasi tersebut, Zet Tadung bersama tim penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 12 Huruf e, tentang Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara.
“Selain Pasal 12 Huruf e Undang-Undang Tipikor, yang bersangkutan juga kami kenakan Pasal 5 tentang Undang-Undang Tipikor, dengan ancaman hukuman penjara minimal satu tahun dan maksimal lima tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta,” tegasnya.
Tersangka DA terkena OTT oleh pihak Kejari pada pada Jumat (30/11) siang, pukul 14.30-15.30 WIB di kantor BKD Kalteng. Tim kejaksaan usai melakukan OTT juga langsung membawa oknum ASN itu ke Kejari Kota Palangka Raya.
Oknum pegawai itu diduga menerima gratifikasi dari 10 pegawai negeri sipil dari beberapa SOPD di Kalteng, yang hendak mengikuti ujian kenaikan pangkat golongan II ke golongan III, dan golongan III ke golongan IV di Palangka Raya.
“Kami juga mengamankan kartu ujian dinas dari pegawai SOPD Kabupaten Gunung Mas sebanyak tujuh lembar, satu unit sepeda motor, tiga unit handphone serta beberapa surat maupun dokumen terkait kasus tersebut, serta barang bukti berupa uang sekitar Rp13 juta di lokasi penangkapan,” ujar Zet Tadung. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...