hut

Oknum PNS Kecamatan di Barut Tilep Uang Tunjangan Guru

Ilustrasi -Dok: CDN

MUARA TEWEH — Oknum PNS berinisial AW (41), Kasubag Tata Usaha merangkap bendahara gaji Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah ditangkap polisi.

Dia diduga melakukan tindakan korupsi menggelapkan uang tunjangan daerah milik para guru SD di kecamatan setempat.

“Uang yang digelapkan pelaku, yakni uang tunjangan daerah, gaji ke-13 dan THR 2017 dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” kata Kapolres Barito Utara, AKBP Dostan Matheus Siregar, didampingi Kasat Reskrim AKP Samsul Bahri dalam keterangannya kepada wartawan, di Muara Teweh, Selasa (11/12/2018).

Menurut Kapolres Dostan, peristiwa itu berawal pada Juni 2017 seluruh guru SD se-Kecamatan Lahei Barat mendapatkan dana berupa tunjangan Daerah pada Juni 2017, Gaji 13 dan THR 2017 yang diterima dari pelaku (Bendahara UPTD).

Namun, kata dia, setelah AW yang tinggal di Desa Teluk Malewai, Kecamatan Lahei Barat itu, mencairkan dan menerima dana tunjangan Daerah pada Juni tahun lalu dari Bendahara Dinas Pendidikan Barito Utara, dana tersebut tidak diserahkan tersangka.

“Malah sebaliknya, dana tersebut digunakan oleh AW untuk keperluan pribadi, judi dan lainnya, sehingga total kerugian negara sebesar Rp119.983.307,” katanya lagi.

Menurutnya, yang dikorupsi bukan gaji tapi tunjangan daerah ada 85 guru, sehingga korban guru pada 16 SD, di Kecamatan Lahei Barat,” kata Dostan.

Dostan mengatakan modus tersangka, dengan menerima rekapan atau pun laporan masing-masing kepala sekolah. Kemudian dikumpulkan dan untuk diajukan ke Dinas Pendidikan Barito Utara. Kemudian Dinas Pendidikan mencairkan melalui Bank Pembangunan Daerah Kalteng.

Setelah cair dalam bentuk tunai, oleh tersangka langsung dibawa tidak diserahkan kepada para guru. “Setelah diinterograsi pelaku mengakui uang habis untuk bayar utang, judi dan sebagai lagi buat konsumsi yang bersangkutan,” ujar Kapolres.

Tersangka dijerat pasal ayat 2 1 jo pasal 3 jo pasal 8 UU Rl Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, denda paling sedikit Rp200 juta paling banyak Rp1 miliar rupiah.

Barang bukti Yang diamankan, dokumen pengajuan tunjangan daerah, Gaji ke 13, dan THR tahun 2017. Dokumen surat perintah Membayar (SPM) Tunjangan Daerah, Gaji, Gaji ke 13 dan THR tahun 2017.

“Selain itu dokumen surat perintah pencairan dana (SP2D) tunjangan daerah, gaji, gaji ke-13 dan THR tahun 2017 serta rekapan angsuran koperasi,” kata Dostan pula. (Ant)

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com