Ombak Tinggi, Nelayan Sendangbiru Enggan Melaut

313
Nelayan, ilustrasi -Dok: CDN

SENDANGBIRU – Para nelayan di pesisir selatan Malang, khususnya di wilayah Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kabupaten Malang, dalam kurun beberapa hari terakhir enggan melaut. Mereka tidak pergi mencari ikan, karena ombak sedang tinggi.

Salah seorang pemilik kapal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru, Kabupaten Malang, Saiful Rohman (28), mengatakan, kondisi ombak yang tinggi berisiko. Para nelayan memilih untuk membetulkan kapal dan alat pancing. “Hasil laut menurun karena cuaca, ombaknya tinggi. Namun yang nekat bisa dapat, karena ikannya ada,” kata Saiful, Sabtu (8/12/2018).

Dalam kondisi normal, perahu berukuran besar yang melaut di Samudera Hindia, mampu menangkap ikan kurang lebih tiga ton. Sementara untuk perahu kecil seperti sekoci, bisa menghasilkan dua ton dalam sekali tangkapan.

Perahu yang lebih kecil, hanya melaut selama dua hingga tiga hari. Pada kondisi normal, akan menghasilkan tangkapan sekira 500 kilogram. Hasil tangkapan, biasanya akan langsung di jual di pasar ikan, karena harganya sedang bagus. Sementara , para nelayan yang menggunakan perahu jenis sekoci, akan melaut kurang lebih satu minggu. Sedangkan kapal yang lebih besar, bisa melaut sampai tiga minggu. “Ada juga perahu yang sudah berangkat, namun tidak bisa bekerja karena ombaknya besar, dan tidak menangkap ikan,” kata Saiful.

Berdasarkan pantauan, hasil tangkapan nelayan yang bersandar di Sendangbiru, Kabupaten Malang, cukup baik. Beberapa kali terlihat kapal nelayan yang bersandar, melakukan bongkar di pelabuhan yang sudah ada. Biasanya, hasil tangkapan nelayan Sendangbiru tersebut akan dijual di pasar-pasar di wilayah Malang Raya. Sementara itu, kondisi ombak di perairan Samudera Hindia di daerah tersebut, terlihat cukup besar. Nelayan terlihat memilih untuk membetulkan kapal atau alat pancingnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...