Ombudsman RI Sidak Kantor Imigrasi Kelas I Padang

Editor: Koko Triarko

Dikatakan, ada peningkatakan layanan dari tahun lalu, bahkan ada yang langsung meningkat drastis dan ada yang landai saja. Kendati demikian, hal tersebut tentu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, Asisten Ombudsman RI Perwakilan Sumatra Barat, Rendra Catur Putra, yang turut turun bersama Ombudsman RI Pusat, mengatakan, sidak dilakukan tidak hanya di Kantor Imigrasi Kelas I Padang, tetapi juga telah dilakukan ke Kantor Polda Sumatra Barat.

Hasilnya, tidak jauh berbeda dengan kondisi di Imigrasi Padang, tapi secara umum pelayanan di kantor tersebut terus membaik.

“Memang ada peningkatan kondisi layanan, seperti di Imigrasi Padang dan juga di Polda, seperti alur yang lebih jelas, dan menyediakan sejumlah tempat seperti untuk khusus penyandang disabilitas, ruangan ibu menyusui,” ujarnya.

Kepala Imigrasi Kelas I Padang, E Sahlan, mengatakan untuk di imigrasi Padang sejauh ini terus berbenah dalam layanan. Karena dalam satu hari itu, pemohon yang masuk 150-200 orang, melalui online dan juga manual.

Sahlan menjelaskan, tingginya angka pemohon setiap hari ke Imigrasi Kelas I Padang, karena tingginya jumlah masyarakat di Sumatra Barat yang berangkat ke Tanah Suci untuk melakukan ibadah umrah.

Sejauh ini, paspor umrah mencapai 4.000, dan ada sebagian kecil pemohon yang membuat paspor untuk kegiatan wisata ke luar negeri.

“Soal ada beberapa ruangan yang tidak ada aturan dilarang merokok, sebenarnya tidak semua ruangan yang demikian. Inilah tugas ke depan, perlu membuat ruangan khusus untuk merokok,” tegasnya.

Lihat juga...