Omzet Penjual Buah Segar di Lamsel Menurun

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

147

LAMPUNG — Musim hujan yang mulai rutin melanda wilayah Lampung ikut berimbas langsung pada sejumlah pelaku usaha penjualan buah. Selain pembelian dari konsumen langsung, permintaan dari pedagang minuman juga menurun.

Salah seorang pedagang buah, Budi (33) mengakui omzet penjualan menurun sekitar 30 persen dibandingkan saat musim panas.  Buah yang dijualnya di antaranya semangka, nanas, jeruk, mangga, pepaya calina, alpukat, salak, melon dan durian.

“Sebagian beresiko cepat busuk sehingga terpaksa menurunkan harga jual,” terang Budi saat ditemui Cendana News, Jumat (7/12/2018)

Biasanya dalam sehari ia mampu menjual jeruk manis hingga 100 kilogram. Selama musim hujan ia hanya bisa menjual sekitar 70 kilogram perhari. Kondisi yang sama juga pada beberapa jenis buah lainnya.

Selama musim kemarau Budi mengaku memperoleh omzet perhari untuk penjualan buah bisa mencapai minimal Rp2 juta namun selama musim hujan ia hanya mendapatkan Rp1,7juta bahkan kurang.

“Menurunkan harga menjadi solusi bagi penjual buah daripada mengalami kerugian akibat buah membusuk atau menyusut,” beber Budi.

Sumilah (30) salah satu pembeli menyebutkan, saat musim penghujan permintaan akan buah berkurang. Namun beberapa buah yang dijual pedagang bisa lebih murah dibandingkan saat kondisi musim kemarau.

Sumilah mengaku untuk jenis buah jeruk keprok biasanya Rp20.000, kini dijual Rp17.000 per kilogram. Nanas dari Rp10.000 perbuah menjadi Rp8.000, semangka semula Rp5.000 menjadi Rp4.000 perkilogram, pepaya calina dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per kilogram.

“Yang masih stabil buah melon, salak dan apel yang tidak ditanam oleh petani di Lampung,” beber Sumilah.

Harni (kanan) menyiapkan es buah segar untuk pelanggan di warung yang dikelolanya di Jalinsum. Foto: Henk Widi

Pedagang es buah, Harni mengakui musim penghujan ikut mengurangi tingkat konsumsi olahan berbahan buah. Usaha kuliner miliknya mendapat permintaan es buah lebih sedikit dibandingkan saat musim panas.

Memiliki usaha warung mie ayam bakso dan es buah, Harni menyebut dalam sebulan bisa menjual lebih dari 100 porsi es buah. Namun saat musim penghujan penjualan hanya di bawah 70 porsi. Imbasnya ia memilih mengurangi stok buah segar yang dibeli menghindari buah justru membusuk.

Baca Juga
Lihat juga...