hut

Omzet Perajin Surfing Ukir di Bali Meningkat

Editor: Koko Triarko

BADUNG – Selain kerajinan surfing pahat, di kawasan pantai Kuta juga terkenal dengan kerajinan surfing ukir. Kerajinan surfing ukir ini, dibuat menggunakan alat solder listrik.

Kerajinan ini dapat dijumpai di berbagi art shop di kawasan Kuta. Di tempat ini, banyak para seniman surfing ukir yang menjual berbagai jenis dan bentuk surfing ukir yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya, Denny. Pemuda pulau Raas Madura ini sudah sekitar lima tahun belakangan menekuni usaha surfing ukir.

Denny, seniman surfing ukir khas Pantai Kuta, Bali. -Foto: Sultan Anshori

Berbagai jenis kerajinan dibuatnya, mulai dari sketsa wajah, nama maupun pemandangan, baik pantai maupun pegunungan. Sebelum dibuat, terlebih dahulu papan surfing kayu yang menjadi bahan utama kerajinan ini di buat sketsanya.

Kemudian diukir menggunakan solder listrik dengan tingkat kepanasan yang cukup tinggi. Papan kayu surfing yang berhasil dilukis akan membuat pola cantik dengan warna hitam.

Menurutnya, kesulitan membuat kerajinan surfing ini adalah melukis wajah. Karena harus diukir secara detil, sesuai sketsa wajah dari pemesan. Maka, jika hal tersebut terjadi, tidak jarang ia akan mengulangi lagi dengan mengganti papan surfing dengan yang baru.

“Itu salah satu kesulitannya. Karena sketsa wajah yang kita bentuk, harus sama dengan gambar atau wajah asli dari wisatawan yang memesan lukisan ukir ini,” ucap Denny, saat ditemui di kawasan jalan Poppies II Kuta, Selasa, (24/12/2018).

Selain itu, kendala lain yang dialami adalah saat bahan baku surfing kayu semakin menipis, sementara pasokan dari para pengepul papan kayu semakin hari semakin berkurang, karena semakin dilarangnya penggunaan kayu yang dilindungi.

Untuk bahan baku surfing, kebanyakan diambil dari daerah Situbondo, Jawa Timur.

“Jenis kayu yang digunakan adalah jenis mahoni, dan ini sudah mulai langka di pasaran,” imbuh bapak dua anak ini.

Denny juga mengatakan, kerajinan yang dibuatnya dipasarkan secara bebas kepada wisatawan. Biasanya dijual mulai dari harga Rp50.000 hingga Rp200.000, tergantung dari tingkat kesulitannya.

Untuk pola gambar pada seni surfing, biasanya di pola sendiri oleh sang perajin. Namun ada juga wisatawan yang khusus memesan pola gambar sesuai dengan pesanannya. Pada libur Natal dan Tahun Baru seperti saya ini, omzet penjualan surfing ukir bisa meningkat hingga 30 persen dibanding hari biasanya.

“Biasanya, kerajinan surfing ukir ini diminati oleh wisatawan mancanegara. Kebanyakan dari wisatawan asal Australia dan Eropa,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!