Organda Banyumas Imbau Angkutan Barang Patuhi Tonase

Editor: Koko Triarko

Sekretaris Organda Banyumas, Ismiyanto Heru Premana. -Foto: Hermiana E Effendi

PURWOKERTO – Pascakecelakaan truk tronton pengangkut beras di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang menewaskan 4 orang dan puluhan orang luka-luka, Organda Banyumas mengeluarkan imbauan agar para pengusaha angkutan barang mematuhi aturan tonase.

Hal ini penting untuk memantau muatan kendaraan, sehingga tidak sampai melebihi tonase yang bisa berakibat fatal, seperti kecelakaan di Bumiayu.

Sekretaris Organda Banyumas, Ismiyanto Heru Premana, mengatakan, petugas di lapangan juga harus tegas menegakkan aturan, jika menjumpai ada angkutan yang melebihi batas muatan. Sebab, pengangkutan barang yang melebihi ketentuan dan melalui jalan yang mulus serta turun-naik, sangat berbahaya.

ʺJadi kedua belah pihak, baik pengusaha angkutan barang maupun pemerintah, harus sama-sama menjalankan aturan secara tegas. Pengusaha harus memastikan muatan barangnya tidak melanggar aturan dan di sisi lain, petugas di lapangan juga harus tegas menindak angkutan barang yang melanggar aturan. Semua itu demi keselamatan bersama di jalan,ʺ terangnya, Kamis (13/12/2018).

Terlebih lagi saat arus kendaraan padat, seperti menjelang libur Natal dan Tahun Baru, nanti. Maka, angkutan barang harus diatur dengan jelas dan cermat. Seperti adanya pengalihan jalur truk-truk yang pada saat sekarang ini dilarang untuk melalui jalur fly over di Kretek, Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Is Heru, sapaannya, menyayangkan aturan tersebut baru diberlakukan setelah ada kejadian kecelakaan. Sebab, di jalur tersebut sudah kerap terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

ʺDi Kabupaten Banyumas, ada ratusan pengusaha angkutan barang. Saya yakin, mereka mau mematuhi aturan pengalihan jalur, dengan catatan ada sosialisasi terlebih dahulu, dan tidak dilakukan secara mendadak,ʺ katanya.

Sementara itu, pascakecelakaan di Bumiayu, Organda Banyumas juga mendapatkan undangan dari Kementerian Perhubungan, untuk membahas tentang jalur di fly over Brebes, mengingat Kabupaten Banyumas berbatasan langsung, dan suplai kendaraan dari arah Banyumas cukup besar.

ʺSekali lagi saya juga menyayangkan, mengapa undangan untuk membahas ini baru ada setelah terjadi laka bertubi-tubi di jalur tersebut?’ ujar Is Heru.

Seharusnya, kata Is Heru, sejak awal sudah dilakukan antisipasi, misalnya jembatan timbang di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, diperketat atau pun langkah antisipasi lainnya.

“Sehingga tidak ada lagi truk memuat barang melebihi tonase dan akhirnya mengalami kecelakaan dan jatuh korban jiwa,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...