Organda Sumbar Keluhkan Gelapnya Jalan Sicincin-Malalak

Editor: Koko Triarko

Ketua Organda Sumatra Barat, Budi S. Syukur/ Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatra Barat, menyesalkan gelapnya kondisi jalan di Sicincin – Malalak, Kabupaten Agam, akibat hilangnya accu dan lampu penerang jalan, dicuri orang.

Ketua Organda Sumatra Barat, Budi S. Syukur, mengatakan gelap gulitanya jalan Sicincin – Malalak yang merupakan jalur alternatif itu bukan rahasia lagi, begitu juga tentang kabar adanya aksi pencurian lampu jalan di sepanjang jalan Malakak tersebut, juga santer beredar.

“Soal kondisi lampu jalan yang dicuri oleh oknum-oknum tertentu bukan lagi rahasia umum. Pemerintah telah berupaya mengganti yang baru dari lampu yang dicuri, tapi akhirnya kembali hilang. Akibatnya, jalan tersebut jarang dilalui oleh pengendara di malam harinya,” katanya, Rabu (26/12/2018).

Menurutnya, sudah seharusnya pihak yang berwajib mengusut aksi tersebut, karena telah merugikan banyak orang dan negara. Jika dibiarkan seperti ini, sampai kapan pun kondisi penerang jalan di Sicincin – Malalak akan selalu begitu, dan sangat mengkhawatirkan bila dilalui di malam hari.

Kondisi tersebut, pun dikeluhkan oleh armada angkutan barang dan orang. Di saat putusnya jalan utama Padang – Bukittinggi, tepatnya di Jembatan Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, akibat dilanda bencana banjir bandang, membuat armada angkutan barang dan orang menempuh jalur alternatif.

“Hampir sepekan ini armada angkutan harus menempuh jalan alternatif. Dari Padang yang hendak menuju Bukittinggi harus menempuh jalan Sicincin – Malalak, dan dari Bukittinggi – Padang menuju jalan Solok. Kedua jalur alternatif itu rawan bencana longsor,” sebutnya.

Dampak yang dirasakan oleh Organda akibat harus menempuh jalan alternatif itu, biaya dan waktu yang ditempuh lebih lama. Artinya, barang-barang yang dibawa oleh truk tidak bisa sesuai waktu normal, dan begitu juga soal biaya angkutannya, juga harus melebihi dari normalnya.

“Secara nilai ekonomisnya memang ada mengalami gocangan bagi penguasaha angkutan barang maupun orang, tapi tidak terlalu signifikan. Bahkan, ada armada angkutan orang tidak menaikkan tarifnya, meski jarak tempuh lebih jauh,” ungkapnya.

Untuk itu, Organda berharap betul kondisi penerang jalan di kawasan Malalak bisa kembali jadi perhatian, dengan cara kembali memasang lampu dan accu, supaya jalan kawasan Malalak aman dilalui pengendara di malam hari.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Barat, Heri Nofriadi, mengatakan, saat ini dari total lampu jalan yang telah dipasang di jalur Sicincin-Malalak itu, hanya tinggal sekitar 40 persen saja yang masih digunakan.

“Ini sangat mengganggu kenyamanan pengendara di jalur itu, terutama pada malam hari,” katanya.

Menurutnya, jalur Sicincin – Malalak tersebut adalah salah satu alternatif untuk memecah kemacetan jalur utama Padang – Bukittinggi melalui Padangpanjang, apalagi saat mudik Lebaran.

“Kondisi fisik jalan sudah bagus dan nyaman untuk dilewati, tetapi hilangnya ratusan lampu jalan ini memang sangat mengganggu, terutama pada cuaca berkabut atau malam hari,” sebutnya.

Lihat juga...