Padang Pariaman Diterjang Banjir dan Longsor, Satu Jembatan Putus

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menjelang waktu magrib kemarin, menyebabkan sebuah jembatan di Kayu Tanam putus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar berharap, Balai Jalan segera melakukan tindakan untuk jalur penghubung Padang-Bukittinggi tersebut.

Jembatan Putus
Kalaksa BPBD Provinsi Sumatra Barat Erman Rahmat/Foto: M. Noli Hendra

Kalaksa BPBD Provinsi Sumatra Barat, Erman Rahmat mengatakan, hujan yang turun dari sore hari dengan intensitas tinggi membuat volume sungai meningkat.

“Akibatnya arus lalu lintas jalan utama Padang Bukittinggi tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor,” katanya, Selasa (11/12/2018).

Disebutkan juga, sekira pukul 19.00 Wib, longsor juga terjadi di Padang Pariaman, tepatnya di Bukit Tambun Tulang Malibou Anai Nagari Guguak Kecamatan Kayutanam yang mengakibatkan badan jalan tertimbun tanah, dan pohon kayu jatuh ke jalan raya Padang-Bukittinggi.

Selanjutnya, sekira pukul 19.15 Wib, juga telah terjadi tanah longsor di dekat Pondok Pergedel daerah perbatasan, yang mengakibatkan tertimbunnya sebagian badan jalan dan pohon kayu tumbang ke jalan raya.

“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, hanya ada korban materil,” ujarnya.

Ia menyebutkan, tindakan yang telah dilakukan adalah berkoordinasi dengan balai jalan, karna menyangkut dengan jalan negara. Selanjutnya menurunkan peralatan dari provinsi berupa senso dan peralatan lainnya.

Mengingat cuaca yang cukup buruk, dan juga telah menimbulkan bencana banjir dan longsor di beberapa daerah, BPBD mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan melakukan langkah-langkah evakuasi, terutama daerah-daerah rawan banjir dan longsor.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau memperkirakan cuaca hujan disertai petir berpotensi terjadi secara merata di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha menjelaskan, untuk kondisi cuaca, intensitas hujan sudah mulai berkurang beberapa hari ini. Namun hingga seminggu ke depan, kondisi cuaca secara umum hujan ringan – sedang pada sore – malam hari.

“Jadi memang melihat dari kondisi yang demikian, potensi hujan masih berlangsung hingga pertengahan Desember. Tentu bagi daerah rawan bencana, perlu waspada,” katanya.

Menurutnya, kondisi yang demikian diperkirakan berlangsung secara merata di wilayah Sumatera Barat. Dari analisa BMKG, cuaca hujan yang terjadi tersebut, juga ada potensi angin kencang sudah mulai berkurang terjadi. Sementara untuk hujan dapat diikuti dengan petir/kilat.

Lihat juga...