PADMA Minta PJTKI Bangun BLK di NTT

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, meminta agar para Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di NTT. Pembangunan ini penting, agar para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja ke luar negeri, terlebih dahulu dididik dan ditempa keterampilan di BLK tersebut. Dengan demikian, pekerja yang dikirim benar-benar mempunyai keahlian dan terlatih.

“Perusahaan yang mengirim tenaga kerja ke luar negeri, seharusnya juga memiliki BLK sendiri di NTT. Selama ini, hanya pemerintah saja yang membangunnya,” ungkap Gabriel Goa, Direktur PADMA Indonesia, Rabu (12/12/2018).

Menurut Gabriel, sekarang bagaimana peran pemerintah pusat maupun daerah untuk berperan aktif dalam melayani calon-calon pekerja. Jadi, bukan hanya yang akan bekerja di luar negeri saja, tapi yang bekerja antardaerah juga harus diperhatikan.

Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa. -Foto: Ebed de Rosary

“Kalau semua pekerja ini sudah siap, tentu saja yang harus diperhatikan adalah Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Indonesia timur, khususnya NTT. Presiden dan Menakertrans sudah memilih NTT sebagai contoh untuk Indonesia Timur,” terangnya.

Ada empat tempat LTSA di NTT, yakni di Sumba Barat Daya, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, serta Kabupaten Sikka. Dipilihnya Sikka, karena Maumere merupakan pintu keluar, baik laut maupun udara untuk jalur timur, karena jalur barat lagi diperketat.

“NTT saat ini sedang darurat human trafficking. Pengamatan dan penelitian dari PADMA, BLK menjadi standar nasional  seperti di Kupang, belum ada di Kabupaten Sikka dan Sumba. Padahal, ini sangat penting,” tegasnya.

Maka, katanya, setelah LTSA, berikutnya adalah segera mendirikan BLK di Sumba untuk melayani beberapa kabupaten di Sumba maupun di Sikka, untuk melayani Flores, Lembata dan Alor.

Lihat juga...