Paguyuban Kampung Wisata di DIY Gelar Gebyar Seni Budaya

235

YOGYAKARTA — Paguyuban Kampung Wisata Sosrodipuran menggelar Gebyar Seni Budaya di Pendopo Ndalem Djayaningratan Sosrodipuran, Gedong Tengen, Yogyakarta dalam rangka menyambut pergantian tahun.

“Gebyar Seni Budaya yang berlangsung selama dua pekan itu menampilkan pameran seni budaya, sarasehan budaya, kirab budaya, pentas ketoprak, dan pesta rakyat,” kata penanggung jawab kegiatan Rully Permana di Yogyakarta, Minggu (30/12/2018).

Menurut dia, kegiatan yang didukung Padepokan Songsong Budoyo itu bertema “Menuju Masyarakat Sadar Budaya: Nguri-uri Budaya Jawa Khususnya Ndalem Djayaningratan”. Kegiatan itu merupakan titik awal dari kegiatan rutin yang akan diselenggarakan setiap tahun, yang akan dibagi baik skala lokal, nasional maupun skala internasional.

“Kami berharap Ndalem Djayaningratan Sosrodipuran dapat menjadi ikon Kampung Wisata Sosrodipuran, dengan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di kampung, mulai dari peninggalan sejarah putra Sultan Hamengku Buwono VII, kelompok-kelompok kesenian dan kerajinan, batik, lukis, seni pertunjukkan musik, tari, teater, dan seni yang berkembang saat ini,” katanya.

Ia mengatakan, dengan Ndalem Djayaningratan Sosrodipuran menjadi ikon kampung wisata itu akan memberi dampak positif perekonomian masyarakat sekitar dan hotel-hotel yang berada di sekitar Kampung Wisata Sosrodipuran.

“Ke depan kami akan akan bermitra dengan berbagai pihak seperti biro perjalanan, komunitas ekspatriat, hotel, manajemen seni, dan sekolah atau institusi pendidikan,” kata Rully.

Pendiri Padepokan Songsong Budoyo Suhardi mengatakan yang tidak kalah penting dalam kegiatan itu adalah mengangkat dan melestarikan bangunan Ndalem Djayaningratan menjadikan ikon dari Kampung Wisata Sosrodipuran.

Selain itu mempersiapkan generasi muda untuk peduli dan turut melestarikan tradisi serta kearifan lokal sekaligus menggalang masyarakat mempersiapkan program.

“Sudah menjadi tugas bersama untuk melestarikan seni budaya tradisional dengan berbagai cara yang dikemas menyesuaikan atensi generasi muda, sehingga tertarik ‘nguri-uri’ (melestarikan) budaya lokal sesuai kebutuhan zaman,” katanya.

Menurut dia, Ndalem Djayaningratan Sosrodipuran terbuka untuk kerja sama dengan seniman dan masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisi. Tempat ini memiliki joglo untuk pertunjukan dan ruang untuk pameran.

“Kami berharap kolaborasi antara seni budaya dulu, kini, dan mendatang dapat terwujud dengan elegan tanpa menghilangkan seni tradisinya,” kata Suhardi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...