Palapa Ring Tengah, Kikis Gap Layanan Komunikasi Antarprovinsi

JAKARTA – Mudahkan akses komunikasi, proyek Palapa Ring Tengah telah selesai tuntas 100 persen.  Selain menghubungkan seluruh Indonesia dalam jaringan telekomunikasi, pembangunan Palapa Ring juga ditujukan untuk mengikis gap layanan telekomunikasi antarpulau. 

“Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP),” demikian pernyataan Ferdinandus Setu,  Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Menurut Setu, Palapa Ring Tengah tersebut dibangun melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km dan 1,787,06 km kabel laut.

Proyek tersebut bernilai Rp1,38 triliun. Memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps. Titik lokasi yang dilalui Palapa Ring Tengah, merupakan jalur bebas gempa. Paket itu dikerjakan PT LEN Telekomunikasi Indonesia yang memulai kontrak pada 4 Maret 2016.

Berdasarkan data Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), hingga saat ini terdapat 23 perusahaan yang menyampaikan minat untuk melakukan uji coba.

Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang juga bisa menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur.

Sebelumnya, Palapa Ring Paket Barat sudah rampung 100% pada bulan Maret 2018. Adapun Palapa Ring Paket Timur, hingga bulan ini telah selesai 88,14%.

 

 

Lihat juga...