Panorama Embung Batara Sriten, Telaga Tertinggi di Yogyakarta

Editor: Satmoko Budi Santoso

201

YOGYAKARTA – Terletak 859 meter di atas permukaan laut, tepatnya di puncak Gunung Batur Agung Utara, Desa Pilangrejo, Nglipar, Gunung Kidul, embung Batara Sriten menjadi salah satu lokasi wisata yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Yogyakarta.

Selain menyandang predikat sebagai embung tertinggi di Gunung Kidul bahkan di DIY dan Jawa Tengah, telaga buatan ini juga menawarkan suasana sekaligus pemandangan pegunungan karst yang begitu mempesona.

Diresmikan sejak tahun 2014 silam oleh Gubernur DIY,  Sri Sultan Hamengkubuwono X, Embung Batara Sriten, awalnya dibuat sebagai sarana penampungan air hujan untuk keperluan irigasi agrowisata klengkeng dan manggis di Desa Pilangrejo.

Namun, dalam perkembangannya lokasi ini ternyata mampu menarik banyak wisatawan karena keindahannya.

Dari tepian embung, kita bisa melihat begitu tenang dan teduhnya air permukaan telaga, yang bersanding dengan panorama hamparan pemandangan awan putih di atas cakrawala. Tak jauh dari embung, juga terdapat puncak Tugu Magir dengan ketinggian 950 mdpl.

Dari puncak ini kita bisa melihat panorama 360 derajat, berupa gugusan hijau pegunungan karst Gunung Kidul.

Sejumlah lokasi seperti waduk Gajah Mungkur, Rawa Jombor, kota Klaten, kota Yogyakarta, hingga gunung Merapi dan Merbabu yang berdiri gagah, dapat terlihat dengan jelas dari puncak ini.

Lokasi dengan semilir angin dingin ini juga menjadi tempat strategis untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.

Selain cocok digunakan sebagai lokasi camping, puncak Tugu Magir, embung Batara Sriten ini juga kerap digunakan sebagai event kegiatan bahkan kejuaraan aerosport. Seperti paralayang, paramotor hingga gantole.

Hal itu tak lepas karena lokasinya yang sangat strategis sekaligus pemandangannya yang sangat memanjakan mata.

Berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, untuk menuju embung Batara Sriten memang diperlukan usaha dan perjuangan. Trek menanjak sejauh kurang lebih 5 kilometer harus ditempuh wisatawan untuk bisa mencapai lokasi ini.

Untungnya, jalur menuju embung saat ini sudah diperbaiki. Berupa cor blok dengan lebar sekitar 5 meter.

Kuncoro (kiri) dan pesepeda lainnya berfoto di depan embung. Foto Jatmika H Kusmargana

Selain menjadi tempat favorit wisatawan, embung Batara Sriten ternyata juga menjadi lokasi incaran para pesepeda atau goweser. Sejumlah klub sepeda dari Wonosari, Klaten hingga Yogyakarta kerap datang ke sini untuk menaklukkan tanjakan ekstrem di puncak.

Selain berolahraga, bisa mencapai puncak dengan bersepeda menjadi salah satu kepuasan tersendiri.

“Baru pertama datang ke sini. Treknya luar biasa menantag. Berupa tanjakan tanpa henti. Tapi begitu sampai puncak, semua rasa lelah langsung terbayar. Pemandangannya sangat indah dan menakjubkan. Asyik sekali,” kata salah seorang pengunjung sekaligus pesepeda dari Jogja Cycling Community, Kuncoro.

Baca Juga
Lihat juga...