Pantai Kuta Dipenuhi Sampah Kiriman

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BADUNG — Sampah masih menjadi pekerjaan semua pihak di Bali, terutama di beberapa tempat objek wisata pantai yang kerap menjadi langganan.

Pantai Kuta
Rifda Muttawaliyah salah seorang wisatawan adalah Madura Jawa Timur saat berlibur di pantai Kuta.-Foto: Sultan Anshori

Meskipun pemerintah maupun aktivis lingkungan sudah berusaha untuk menanggulangi, namun nyatanya belum optimal dalam mengurangi pencemaran lingkungan, terutama yang terjadi di pesisir pantai.

Salah satu pantai yang tercemari yakni pantai Kuta Bali. Di Tempat ini banyak ditemukan berbagai jenis, terutama sampah plastik. Selain itu, limbah lain seperti bantal dan perabot rumah tangga serta ranting kayu tidak luput ikut terbawa derasnya ombak ke pinggir pantai.

Padahal ini merupakan objek wisata andalan yang sudah terkenal hingga ke mancanegara dengan spot favoritnya adalah ombak untuk surfing dan sunset di sore hari. Tak ayal, keberadaan limbah tersebut membuat tidak nyaman para wisatawan yang sedang berlibur di pulau yang mempunyai julukan pulau seribu pura ini.

Seperti yang diungkapkan Rifda Muttawaliyah ini misalnya. Wisatawan asal Madura Jawa Timur ini mengaku kurang nyaman dengan keberadaan berbagai jenis sampah terutama plastik.

“Terus terang agak kurang nyaman dengan kondisi banyak sampah di pantai ini. Apalagi ini kan wisata andalan negara untuk wisatawan luar negeri,” ucapnya ini saat ditemui kala berlibur di pantai kuta, Rabu (26/12/2018).

Wanita yang akrab disapa Rifda ini berharap, adanya kesadaran semua pihak, terutama bagi yang suka membuang sembarangan. Terutama di sungai disekitar tempat tinggal.

“Tidak bisa jika ini hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Ini perlu perhatian semua sebagai masyarakat. Karena sampah-sampah ini asalnya pasti dari sungai dan kemudian di bawah arus laut hingga ke bibir pantai,” tegas wanita yang masih single ini.

Menurut salah seorang pedagang di pantai Kuta mengakui kondisi ini sering terjadi terutama di akhir tahun. Musim angin barat yang cenderung membawa berbagai jenis limbah ke pantai ini diduga tidak hanya berasal dari Bal.

“Ya biasa setiap tahun seperti ini. Kebanyakan ini kiriman dari Jawa. Kalau para pengunjung tempat ini tidak pernah buang sampah di sembarang tempat,” ucap Wahyudi.

Menurutnya, sampah ini masih akan terus terjadi. Puncaknya akan terjadi hingga akhirnya Januari tahun depan.

Untuk sementara, pihak dari pengelola pantai Kuta dengan dibantu oleh para pedagang membersihkan sampah setiap pagi dan sore.

“Saya harap ini perlu kesadaran kita semua terutama masyarakat yang sering membuat sampah di sembarang tempat terutama di sungai dan di pantai,” tungkas Wahyudi.

Lihat juga...