Pantai Merak Kunjir, Tawarkan Ketenangan dan Kuliner

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), memiliki bentangan pantai di sisi barat dan sisi timur. Pantainya kaya akan keindahan alam, sehingga kerap dijadikan destinasi wisata bahari. Tingginya minat masyarakat berkunjungan ke destinasi wisata bahari, membuat masyarakat pesisir mulai menata sejumlah pantai, agar menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Pantai Merak Kunjir salah satunya. Pantai yang berada di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa tersebut, posisinya menghadap ke Selat Sunda di sisi barat. Pantai ini mudah diakses karena berada di jalan lingkar pesisir (coastal road) Kalianda-Rajabasa-Bakauheni.

Aminah (36) salah satu warga Desa Kunjir menyebut, pantai di pesisir Lampung Selatan merupakan pantai terbuka. Pantai terbuka tersebut tidak dimiliki perseorangan, sehingga untuk memasukinya tidak dipungut biaya alias gratis. Tren kebutuhan wisata bahari, membuat sejumlah pantai harus dipercantik dengan sarana saung, spot foto yang semuanya hasil kreativitas warga setempat. Saung-saung peneduh menghadap pantai, tempat kuliner, penyewaan ban serta fasilitas homestay kini juga mulai bermunculan.

“Pantai di wilayah Kunjir sudah lama ada, semakin dikenal karena media sosial. Lokasinya mudah dijangkau dari pelabuhan Bakauheni maupun dari kota Kalianda,” terang Aminah saat ditemui Cendana News, Minggu (16/12/2018).

Air laut yang jernih, pasir putih dan ombak yang tenang, membuat pantai Merak Kunjir kerap ramai dikunjungi. Saat hari biasa, pengunjung umumnya merupakan wisatawan lokal. Sementara saat libur panjang, wisatawan dari luar Lampung juga ramai datang untuk menikmati suasana pantai. Pantai Merak Kunjir sebagian diberi nama sesuai spot yang disediakan. Ada pantai Kedaton, pantai Wat Wat Gawoh, pantai Labuhan Saka, meskipun sebenarnya semuanya berada di satu kawasan.

Fasilitas saung peneduh disediakan sebagai tempat bersantai di pantai Merak Kunjir tepat di atas tanggul penangkis gelombang – Foto Henk Widi

Kepedulian warga berdampak positif, karena pantai Merak Kunjir semakin ditata. Sebelumnya, pantai di wilayah tersebut hanya dibatasi batu batu karang, akibat abrasi fasilitas penghalang gelombang akhirnya dibangun. Fasilitas penghalang gelombang berfungsi agar ombak tidak masuk ke jalanan dan area perkampungan. Sehingga pantai menjadi nyaman dan bisa dinikmati.

“Pepohonan yang ditanam berupa kelapa gading, cemara serta ketapang, menjadi peneduh. Keberadaanya semakin lengkap dengan saung, tempat duduk, serta sejumlah warung kuliner,” beber Aminah.

Saat libur panjang, warga warga biasa mengelola parkir. Cukup membayar Rp5.000 untuk satu kendaraan roda dua, wisatawan bisa menikmati suasana pantai Merak Kunjir dengan tenang dan nyaman. Keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di wilayah tersebut, mendukung pengembangan destinasi wisata bahari. Semenjak Juni silam, lokasi pantai Merak Kunjir sering didatangi wisatawan semenjak Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi.

Jarak pandang yang cukup dekat, membuat wisatawan bisa melihat erupsi GAK, yang ditandai dengan letusan mengeluarkan abu vulkanik kelabu. “Saat malam hari bagi warga yang menginap di homestay bisa menikmati lava pijar jika sedang beruntung cuaca cerah bisa terlihat dari bibir pantai,” cetus Aminah.

Keindahan dan suasana nyaman pantai Merak Kunjir juga diakui oleh Mulyadi. Salah satu warga setempat yang memiliki warung tersebut mengaku, perkembangan pantai Merak Kunjir berimbas pada usaha kulinernya. Nensi, salah satu pengunjung asal Kecamatan Penengahan menyebut, menyukai destinasi wisata pantai. Hal itu dikarenakan, Kecamatan Penengahan tidak memiliki wilayah pantai.

Waktu liburan menjadi pilihan tepat menikmati suasana pantai Merak Kunjir. Pantai tersebut diakuinya cukup nyaman sebagai lokasi bersantai melepas penat. Keberadaan tempat kuliner menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung.

Lihat juga...