Pasraman, Penting untuk Pendidikan Karakter

Editor: Mahadeva WS

162

DENPASAR – Pasraman sebagai lembaga pendidikan non formal, memiliki peran penting di tengah masyarakat Hindu. Pasraman, berperan penting dalam pembentukan dan pembinaan karakter manusia, sebagai salah satu penopang sumber daya manusia.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, menyebut, pasraman masih dikategorikan sebagai pendidikan informal, namun sesungguhnya pasraman telah mengajarkan unsur-unsur pendidikan formal.

“Pasraman diharapkan semakin eksis di tengah masyarakat, dan memiliki kekuatan hukum, dan pendidikannya akan lebih banyak menekankan pada pembangunan karakter,” tandas Cok Ace saat membuka secara resmi Festival Pasraman Indonesia  2018, di Wantilan Desa Wisata Kertalangu, Denpasar, Sabtu (8/12/2018).

Festival Pasraman Indonesia, diikuti seluruh 108 anggota perkumpulan pasraman Indonesia. Festival Pasraman Indonesia kali ini, mengangkat tema Kebersatuan Pasraman Untuk Pengembangan dan memperkokoh Karakter Bangsa ini. Wagub Cok Ace menyebut, pasraman mengajarkan tiga unsur penting pendidikan yaitu etika, seni, dan logika. Ketiga hal itu, sangat penting dalam membangun karakter generasi muda sebagai penerus. “Jangan sampai  terjadi degradasi etika dan sikap individualisme. Kedepannya saya ingin agar pasraman bisa jadi pendidikan formal,” tandas Cok Ace.

Penguatan karakter dan jati diri, haruslah senantiasa berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal dimiliki bangsa ini. Kemajuan zaman, dengan arus perubahan yang begitu pesat, menuntut semuanya, untuk dapat memfilter berbagai pengaruh negatif yang masuk. “Untuk itu pelaksanaan festival pasraman ini merupakan langkah strategis dalam rangka penguatan karakter dan jati diri bangsa dalam kerangka kebhinekaan. Oleh sebab itu kami selaku Pemerintah Provinsi Bali akan mendukung kegiatan ini,” ucap pejabat asal Puri  Sukawati Ubud Gianyar tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...