Peduli Korban Tsunami, Pemprov DKI Kirim Ambulan

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, mendapatkan kabar kalau pegawai Rumah Sakit Tarakan Jakarta ikut menjadi korban tsunami di Serang Banten. Namun dia belum bisa merinci berapa pegawai RS Tarakan yang ikut terdampak.

Kata Anies, bahwa pegawai Rumah Sakit Tarakan tengah melakukan liburan di Anyer. Hingga kini nasib rombongan itu belum diketahui.

“Kita akan pantau dulu, ada kabar awal bahwa pegawai RS Tarakan berlibur di sana. Sekarang sedang kita pantau,” ucap Anies di Kawasan Pantai Maju, Jakarta Utara, Minggu (23/12/2018).

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan bantuan berupa mobil ambulan untuk menangani korban tsunami tersebut.

“Kami sedang mengirimkan ambulan-ambulan dari Jakarta ke Anyer untuk membantu membawa korban dari sana yang memerlukan penanganan kesehatan,” tutur Anies.

Anies tak merinci berapa jumlah ambulans yang dikirim. Dia mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui bantuan apa saja yang dibutuhkan.

“Nanti kita lihat dari Subuh kita sudah komunikasi terus dengan kepala BPBD dan sudah disisir informasinya mana saja yang perlu bantuan. Posisi kita adalah siap begitu mereka menentukan kebutuhan apa langsung kirim,” jelasnya.

Anies juga menyampaikan sejak Subuh tadi, dirinya terus berkomunikasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk menyisir lokasi yang butuh bantuan. Pemprov DKI Jakarta tidak menutup kemungkinan membentuk satuan petugas (satgas) apabila memang dibutuhkan bantuan kesehatan di lokasi bencana.

Anies juga sudah menugaskan Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Jupan Royter Tampubolon untuk menyisir informasi bencana tsunami Pantai Anyer.

“Posisi kita adalah bersiap begitu mereka menentukan kebutuhannya apa kita langsung kirim, tapi posisinya kami sudah siap kirim,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Tarakan, Dian Ekowati, mengatakan, ada sekitar 20 pegawainya yang tengah berlibur ke Pantai Carita saat bencana terjadi.

Menurut Dian, sebagian dari pegawai RSUD Tarakan sudah dievakuasi ke puskesmas terdekat.

“Kemarin yang berangkat itu kurang lebih 20 karyawan dengan keluarga. Jadi totalnya berapa kita belum ada angka pasti. Nah kemudian untuk yang sudah dievakuasi di puskesmas di Carita, kita belum sampai di lokasi,” kata Dian, dikonfirmasi terpisah.

Saat ini, kata Dian, pihaknya tengah memastikan apakah ada pegawai RSUD Tarakan yang menjadi korban.

“Kita sedang menuju ke sana untuk verifikasi data, belum dapat informasi dari sana,” kata Dian.

Diberitahukan pada Sabtu (22/12/2018) malam, terjadi bencana gelombang tinggi disertai tsunami di Selat Sunda. Tsunami terjadi diduga akibat ada longsoran bawah laut karena erupsi Gunung Anak Krakatau. Akibat dari peristiwa itu, tsunami menerjang sejumlah kawasan di provinsi Banten dan Lampung, di antaranya Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Panimbang dan Carita.

 

Lihat juga...