Pegiat: Perlu Dana Triliunan untuk Cetak Sungai

Ilustrasi [pixabay]

SAMARINDA — Pegiat Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda, Kalimantan Timur, menyatakan bahwa diperlukan biaya besar hingga triliunan rupiah untuk mencetak satu sungai, sehingga hal ini mustahil dilakukan karena APBD masih pas-pasan.

“Namun kita tidak perlu mencetak sungai karena Samarinda telah memiliki banyak sungai, salah satunya SKM, maka sungai ini jangan dirusak karena kita tidak mampu mencetak,” ujar Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS-SKM) Samarinda, Misman di Samarinda, Rabu (26/12/2018).

Ia justru mengajak semua pihak untuk memuliakan, merawat, dan menjaga SKM karena manfaatnya akan dirasakan bukan hanya oleh manusia, tapi juga oleh habitat air, ikan, burung, biawak, monyet, dan makhluk Tuhan lainnya.

Sungai lanjut dia, juga menjadi tempat tumbuh aneka tanaman mulai yang paling kecil seperti rumput hingga aneka pepohonan.

Semua tumbuhan tersebut berfungsi sebagai filtrasi berbagai jenis polutan, sehingga pihaknya menentang penebangan pohon dan tumbuhan lain yang hidup di pinggir sungai.

Ia juga menentang penurapan sungai, karena dengan menurap, akan memisahkan antara sungai dan ruangnya, padahal ruang sungai yang terdiri atas riparian, rawa, lembah dan lainnya memiliki peran dan fungsi yang vital bagi keberlangsungan ekosistem, termasuk sebagai filtrasi.

“Rawa misalnya, ketika musim hujan, maka sebagian air akan tertampung di rawa dan tidak semuanya ditumpahkan ke sungai sehingga mampu meminimalisir luapan. Kemudian di saat kemarau, secara perlahan air dari rawa terus mengalir ke sungai setelah melalui proses penyaringan alami, sehingga sungai tidak kering,” katanya.

Lihat juga...