Pelabuhan Bakauheni Siap Sambut Nataru

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Hadapi angkutan libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Dewan Pimpinan Cabang Khusus Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (DPC-K Organda) Pelabuhan Bakauheni, melakukan sejumlah persiapan.

Ketua DPC-K Organda Pelabuhan Bakauheni, Ivan Rizal, mengatakan guna mengantisipasi lonjakan penumpang dari pulau Jawa yang turun di pelabuhan Bakauheni, sejumlah armada kendaraan pun telah disediakan.

Menurut Ivan Rizal, armada kendaraan yang disiapkan di pelabuhan Bakauheni lebih dari 200 unit kendaraan campuran. Sekitar 90 bus di antaranya dari 20 perusahaan otobus, kendaraan travel, angkutan pedesaan akan disiagakan di terminal pelabuhan Bakauheni.

Selain itu, sejumlah kendaraan jenis bus cadangan akan disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang, saat angkutan Nataru. Sebanyak 16 Bus DAMRI juga disiapkan untuk melayani trayek Bakauheni terminal Rajabasa.

Ivan Rizal, Ketua DPC Khusus Organda Pelabuhan Bakauheni -Foto: Henk Widi

Delapan unit bus DAMRI yang disiapkan tersebut, di antaranya bus ukuran besar dan delapan di antaranya bus ukuran kecil. Bersama dengan kendaraan lain, DAMRI juga akan melayani trayek terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni ke terminal Rajabasa, dan unit II di Tulangbawang.

Ivan Rizal mengatakan, koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Perhubungan provinsi Lampung, Dinas Perhubungan Kabupaten Lamsel, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu Lampung, serta PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry.

“Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang pejalan kaki, yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan Bakauheni, karena kendaraan selalu tersedia,” terang Ivan Rizal, Selasa (18/12/2018).

Langkah persiapan armada kendaraan berbagai jenis, kata Ivan Rizal, berkaca dari angkutan lebaran 2018 pada Juli, lalu. Pada angkutan lebaran Idul Fitri, pihaknya menyediakan 90 bus antarkota dalam provinsi (AKDP), 80 unit angkutan pedesaan serta sekitar 150 unit travel dan sekitar 100 ojek konvensional.

Angkutan Nataru yang diprediksi mengalami kenaikan lima persen, telah diantisipasi dengan menyiagakan kendaraan standby, sekaligus kendaraan cadangan yang siap digunakan sewaktu-waktu.

Koordinasi dengan BPTD wilayah Banten, dilakukan untuk menghitung manifest penumpang pejalan kaki dalam kapal. Penumpang pejalan kaki yang naik dengan Kapal Roll on Roll off (Roro) akan menjadi acuan dalam penyiapan kendaraan.

Sebab, katanya, setiap penumpang memiliki tujuan yang beragam di wilayah Lampung. Sejumlah kendaraan antarkecamatan dan antarkabupaten pun disiagakan untuk melanjutkan perjalanan.

Selain armada kendaraan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni, pelayanan untuk angkutan Nataru juga dipersiapkan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.

Hasan Lessy, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, memastikan, fasilitas untuk pengguna jasa telah disiapkan. Fasilitas tersebut berupa enam dermaga, satu di antaranya merupakan dermaga eksekutif. Selain itu, 71 kapal disiapkan dengan kapal siap operasi 68 kapal.

“Sejumlah loket penjualan tiket kendaraan roda dua, roda empat dan pejalan kaki sudah disediakan menyesuaikan kebutuhan,” beber Hasan Lessy.

Khusus untuk di loket penjualan tiket kendaraan roda dua sejumlah tenda juga akan dibuat. Tenda tersebut difungsikan untuk mengantisipai pengguna kendaraan kehujanan dan kepanasan saat membeli tiket. Penggunaan tiket nontunai (cashless) membuat lokasi konter isi ulang (top up) disediakan di depan loket penjualan tiket kendaraan serta pejalan kaki.

Hasan Lessy, General Manajer PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung -Foto: Henk Widi

Sistem penggunaan tiket nontunai disebutnya sudah berjalan hampir empat bulan, sehingga sebagian pengguna jasa sudah memiliki uang elektronik.

Pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) pada 22 Desember mendatang, dipastikan terkoneksi dengan Dermaga VII Eksekutif Bakauheni.

Sejumlah lokasi penjualan tiket khusus bagi kendaraan yang akan naik melalui Dermaga VII, Dermaga eksekutif Bakauheni telah disediakan. Bagi penumpang pejalan kaki, lokasi pembelian tiket tetap akan dilakukan di loket, selanjutnya penumpang akan diantar dengan shuttle bus.

“Ada ruangan khusus untuk menunggu bagi penumpang yang akan naik kapal melalui dermaga eksekutif, dan bentuknya seperti di bandara,” beber Hasan Lessy.

Para penumpang pejalan kaki yang sudah membeli tiket, akan melewati jembatan garbarata, penghubung ruang tunggu dermaga eksekutif  menuju ke kapal. Pengguna jasa bahkan akan diberi kemudahan saat berada di dermaga eksekutif dengan fasilitas eskalator dan lift dari lantai dasar ke lantai dua dan tiga.

Pengoperasian dermaga eksekutif bersamaan dengan angkutan Nataru, merupakan upaya meningkatkan pelayanan. Waktu tempuh kapal di dermaga eksekutif dengan sistem terjadwal, akan ditempuh dalam waktu satu jam lebih cepat dibanding dermaga reguler yang bisa mencapai dua jam.

Lihat juga...