Pelajar Sikka Antusias Belajar Bahasa Inggris Gunakan Aplikasi

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Usai peluncuran aplikasi belajar bahasa Inggris lewat telepon genggam android di gedung Sikka Convention Center beberapa hari lalu, para pelajar SMP di kota Maumere dan beberapa wilayah Kabupaten Sikka mulai tertarik belajar bahasa Inggris.

“Aplikasinya bagus namun terkadang terganggu karena jaringan telepon selularnya. Teman-teman di sekolah sudah mulai banyak yang tertarik belajar bahasa Inggris melalui telepon genggam,” sebut Stefania Angelista D. Putri, siswi SMPN 2 Maumere, Kamis (20/12/2018).

Dikatakan Stefania, tahap awal saat peluncuran sekolahnya mengutus 26 siswa termasuk dirinya. Setelah kembali ke sekolah, mereka mulai memperkenalkannya kepada siswa lainnya.

“Belajar bahasa Inggris lebih mudah sebab bisa dilakukan di mana saja melalui telepon genggam. Kita juga jadi terpacu apalagi tiap hari selalu menggunakan telepon genggam,” ungkapnya.

Theresia Sadipun siswi lainnya mengatakan, dengan aplikasi ini gampang untuk belajar bahasa Inggris. Siswa SMP di Sikka pun rata-rata sudah terbiasa menggunakan telepon genggam android dan akses internet.

Sri Asti Utami, guru bahasa Inggris SMPN 4 Maumere Kojadoi Pulau Kojagete, mengatakan dirinya cukup tertarik dengan metode pembelajaran bahasa Inggris menggunakan aplikasi di telepon genggam android.

“Saya cukup tertarik sebab ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang bagus. Saat ini dengan kemajuan teknologi banyak sekali pelajar yang menggunakan telepon genggam android sehingga mereka juga bisa berlatih di rumah tanpa melalui guru privat dan bimbingan khusus,” ungkapnya.

Sri Asti Utami guru bahasa Inggris SMPN 4 Maumere – Foto: Ebed de Rosary

Sri menambahkan, sebenarnya agak sulit untuk membeli telepon genggam android yang bagus karena ekonomi masyarakat di kepulauan yang mayoritas nelayan masih belum memadai. Namun bila mau berusaha tentu bisa diatasi.

“Dengan kondisi sinyal di pulau yang agak buruk di mana saat cuaca buruk terkadang sinyal telepon genggam tidak terjangkau, ini juga menjadi salah satu kendala untuk belajar bahasa Inggris melalui aplikasi ini,” sebutnya.

Untuk sementara tambah Sri, hanya 10 orang saja yang telah berlatih menggunakan aplikasi ini. Namun pihak sekolah juga berharap bila anak-anak murid merasa bagus maka bisa melakukannya sendiri.

“Tentunya ini akan dirasakan manfaatnya nanti setelah 6 bulan. Pastinya kami juga akan membuat perbandingan siswa yang belajar bahasa Inggris menggunakan aplikasi ini dan yang tidak menggunakan,” sebutnya.

Anggraeni Tanjung, Pengawas SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka menjelaskan, memang tahap awal ada 12 sekolah di Kabupaten Sikka saja yang diperkenalkan dengan aplikasi Expresslingua.

“Menurut saya aplikasinya mudah sebab cuma download dan menginstall di telepon genggam Android. Untuk aplikasinya ada biaya Rp350 ribu selama 6 bulan,” tuturnya.

Saat mendampingi anak-anak SMP dalam praktek menggunakan aplikasi ini, tambah Anggraeni, para pelajar juga mengatakan tidak terlalu sulit belajar bahasa Inggris melalui aplikasi ini.

“Saya berharap lebih banyak yang mau menggunakan agar bisa belajar bahasa Inggris sendiri di rumah.Biayanya pun tidak terlalu mahal juga,” ujarnya.

Lihat juga...