Pelajar Sikka Antusias Belajar Bahasa Inggris Gunakan Aplikasi

Editor: Makmun Hidayat

Sri menambahkan, sebenarnya agak sulit untuk membeli telepon genggam android yang bagus karena ekonomi masyarakat di kepulauan yang mayoritas nelayan masih belum memadai. Namun bila mau berusaha tentu bisa diatasi.

“Dengan kondisi sinyal di pulau yang agak buruk di mana saat cuaca buruk terkadang sinyal telepon genggam tidak terjangkau, ini juga menjadi salah satu kendala untuk belajar bahasa Inggris melalui aplikasi ini,” sebutnya.

Untuk sementara tambah Sri, hanya 10 orang saja yang telah berlatih menggunakan aplikasi ini. Namun pihak sekolah juga berharap bila anak-anak murid merasa bagus maka bisa melakukannya sendiri.

“Tentunya ini akan dirasakan manfaatnya nanti setelah 6 bulan. Pastinya kami juga akan membuat perbandingan siswa yang belajar bahasa Inggris menggunakan aplikasi ini dan yang tidak menggunakan,” sebutnya.

Anggraeni Tanjung, Pengawas SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka menjelaskan, memang tahap awal ada 12 sekolah di Kabupaten Sikka saja yang diperkenalkan dengan aplikasi Expresslingua.

“Menurut saya aplikasinya mudah sebab cuma download dan menginstall di telepon genggam Android. Untuk aplikasinya ada biaya Rp350 ribu selama 6 bulan,” tuturnya.

Saat mendampingi anak-anak SMP dalam praktek menggunakan aplikasi ini, tambah Anggraeni, para pelajar juga mengatakan tidak terlalu sulit belajar bahasa Inggris melalui aplikasi ini.

“Saya berharap lebih banyak yang mau menggunakan agar bisa belajar bahasa Inggris sendiri di rumah.Biayanya pun tidak terlalu mahal juga,” ujarnya.

Lihat juga...